• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    BREAKING NEWS
    Memuat berita terbaru Ungkap Fakta...
    Skor, hasil dan jadwal sepak bola
    Menghubungkan ke data pertandingan...
    Sumber data: API-Football

    Iklan

    Lapas Parepare: Bekas Warga Binaan Butuh Dukungan Luar, Bukan Sekadar Bekal Keterampilan

    Selasa, 27 Oktober 2026, Oktober 27, 2026 WIB Last Updated 2026-10-27T06:09:52Z
    masukkan script iklan disini



    PAREPARE -Ungkap Fakta- (27/10/2026) Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Parepare, Marten, menegaskan bahwa keberhasilan reintegrasi mantan warga binaan Masyarakat tidak hanya bergantung pada keterampilan yang dipelajari di dalam penjara, melainkan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah di luarnya. Hal ini disampaikan saat perwakilan Media Ungkap Fakta meninjau langsung kegiatan di lingkungan Lapas Parepare.
     
    "Sehebat apa pun program pelatihan di dalam, dan sekuat apa pun keinginan mereka untuk berubah, kalau tiga unsur dukungan dari keluarga, masyarakat, dan kesempatan berusaha di luar tidak ada, pada akhirnya mereka akan kembali kesulitan," ujar Marten.
     
    Banyak warga binaan yang sudah memiliki keahlian — mulai dari membuat roti, kerajinan tangan, hingga keterampilan teknis — namun setelah bebas justru tidak mendapat kesempatan untuk mengembangkannya. Ada yang memiliki keluarga dengan usaha sendiri, namun kerap enggan mempekerjakan karena kekhawatiran pengaruh lingkungan lama.
     
    "Salah satu contoh warga binaan punya paman yang punya toko bangunan dan bisa mengemudikan kendaraan, namun tidak diberi kesempatan bekerja di sana. Padahal jika ada kesempatan dan kepercayaan, itu adalah langkah awal yang sangat berharga," ungkapnya.
     
    Masyarakat juga sering beranggapan bahwa Lapas sekadar "sekolah kejahatan". Padahal berbagai kegiatan pembinaan sudah dijalankan, mulai dari pembinaan keagamaan, pendidikan formal, hingga pelatihan keterampilan yang produknya bahkan dikirim hingga ke luar daerah.
     
    Marten menjelaskan bahwa ada lembaga resmi yang bertugas membimbing warga binaan yang telah menjalani dua pertiga masa pidana, yaitu Pos Pembimbingan Pemasyarakatan (Bapas). Lembaga ini yang mengawal keberlanjutan keterampilan yang sudah diperoleh di dalam Lapas agar bisa diterapkan di masyarakat.
     
    "Pos Bapas ada di berbagai kabupaten/kota, namun sayangnya belum banyak masyarakat yang memahami tugas dan fungsinya. Di sinilah warga binaan dan keluarganya bisa berkonsultasi mengenai peluang kerja, bantuan permodalan, dan pembimbingan setelah bebas," jelasnya.
     
    Namun kendala tetap ada — banyak mantan warga binaan yang merasa malu membuka diri, sementara keluarga juga enggan identitasnya terekspos publikasi. "Kami sangat menghargai privasi mereka. Kalau tidak diizinkan, wajah tidak boleh ditampilkan. Itu hak mereka, tidak bisa dipaksakan," tegas Marten.
     
    Lapas Parepare berharap pemerintah daerah dan pelaku usaha lebih terbuka memberikan akses permodalan UMKM serta peluang kerja bagi mantan warga binaan. Produk kerajinan yang mereka buat di dalam pun sebenarnya berkualitas dan layak dijual, namun masih terbatas akses pemasarannya.
     
    "Kami sudah berupaya maksimal di dalam. Saatnya masyarakat dan pemerintah daerah melanjutkan di luar. Satu kesempatan kerja atau modal kecil, bisa mengubah hidup seseorang lebih dari sekadar nasihat dan pelatihan," pungkas Marten.
     
     Penulis Berita: Kul Indah
    Jurnalis, Media Ungkap Fakta 
     
     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e