Kalbar " Kalau saja sejak awal Pemprov terbuka menjelaskan ke publik berapa total anggaran bantuan dari presiden untuk penanganan Karhutla di Kalbar dan rincian penggunaannya, tentu dugaan dan tudingan negatif yang kini ramai dimedsos tidak mencuat drastis, " ujar, Patih, Lembaga Sosial Kontrol Masyarakat.
Ini, katanya, setelah berjalan satu bulan usai menerima bantuan tidak terduga untuk menghadapi situasi darurat sebesar Rp. 20 Miliar serta mendapat tambahan kucuran dana dari presiden buat penanganan Karhutla sebesar Rp. 40 Miliar, totalnya jadi 60 Miliar, Gubernur baru cerita bahwa semua fulus tersebut sudah dialokasikan ke beberapa daerah.
Menurut Patih didalam situasi seperti ini, cukup pantas dan sangat jika publik maupun Anggota DPRD Propinsi Kalbar memita agar Pemprop Kalbar terbuka dan transparan terkait perincian maupun bentuk penggunaan bantuan anggaran tadi.
Bahkan, menanggapi polemik itu, lanjutnya, ada warga medsos lainnya yang menyebut pembahasan anggaran dari pusat nilainya justru lebih gede Rp. 205 miliar. Terlepas benar atau tidak, tanya aja ke Presiden langsung, gue kagak tahu.
" Disini kita bukan bicara soal jumlah duit dan dugaan macam-macam. Tetapi wujud rasa tanggung jawab, transparansi dan integritas seorang Kepala Daerah dalam mengelola keuangan yang berasal dari bantuan pusat, " ungkap Patih Prambanan.(007/D.Arifin)
.png)

.png)

