Kalbar, Bengkayang : Masyarakat jengkel sekaligus curiga melihat proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum di Desa Godang Damar, Kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang.
Pasalnya, paket basah kuyup segede Rp. 3 Miliar, yang baru saja kemarin sore usai dikerjakan CV. Pangkalan Bangun Borneo Berkarya, tidak bisa berfungsi dengan baik.
" Mestinya SPAM itu, yang dibangun pakai duit kita-kita, jadi solusi untuk kebutuhan air bersih, tetapi yang ada justru bikin beban masyarakat karna kegagalan dalam fungsi. Ini yang perlu digaris bawahi oleh APH, terutama saat rancangan awal, " ujar warga sekitar.
Iya juga heran tulisan dipapan plang proyek yang tidak mencantumkan nama perusahaan atau pelaksana maupun konsultan pengawas. " Kalau Kontraktornya misteri, kami harus tanya kesiapa. Warga yang tadinya sudah menghayal menikmati air bersih ke rumah-rumah, malah gigit jari.
" Bayangkan, proyek daging enak yang banyak peluang can tepinya dan dibangun pakai fulus DAK miliaran rupiah, baru kena panas 5 hari, airnya sudah tidak mengalir. Sia-sia dan terbuang percuma rasanya uang negara, " terangnya.
Pemuda setempat yang tampak mirip anak kuliahan menjelaskan, kalau lokasi itu sumber airnya memang tidak layak. Pertanyaannya, mengapa PPK membangun intake di titik yang cepat kering tanpa memperhatikan ada atau tidak airnya. Ini perlu diselidiki.
" Coba tengok, pipa-pipa yang terpasang itu cuma barang pajangan yang tidak berguna dan akhirnya raib entah kelaci meja siapa. Kualitas konstruksi juga jauh dan sangat memprihatinkan. Pipa transmisi air hanya disangga oleh tumpukan batu alam yang direkatkan dengan semen kasar, tanpa struktur beton bertulang standar PUPR.
" Kondisi intake terpantau kering, diduga kajian sumber air baku hanya di atas meja makan tanpa riset hidrologi lapangan yang lebih akurat. Bak kontrol serta fasilitas pendukung lainnya, seperti pengecoran, mutunya jelek, kasar dan volumenya minim, " tegas pemuda tersebut.
Karna pekerjaan ini penuh penyimpangan, ia meminta Kajati Kalbar yang baru, sebagai awal tugas, langsung memeriksa proyek dimaksud atau intruksikan ke Kejari Bengkayang agar cepat respon terhadap permintaan masyarakat, bukan kemauan kontraktor.
Kemudian KPK harus melakukan audit forensik anggaran. Proyek SPAM senilai Rp 3 miliar yang hanya menghasilkan "monumen batu susun" dan bak kering, yang mengindikasikan adanya kerugian negara.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
