Kalbar, Kota Pontianak : Guna memperkuat bentuk pengawasan terhadap proyek Pemerintah sebagai komitmen dalam memberantas korupsi daerah, Kejaksaan Tinggi Kalbar gelar Coffe Morning bersama wartawan.
Turut hadir Asisten Intelijen Kejati Kalimantan Barat, Yadi Rachmat Sunardi, S.H, M. H dan Seksi Penerangan Hukum, I Wayan Gedin Arianta, S. H, M. H
" Pengawasan proyek Pemerintah yang bersumber dari APBN maupun APBD menjadi perhatian serius Kejati Kalbar. Proyek pembangunan daerah kerap menjadi titik rawan munculnya penyimpangan. Seperti Mark-up anggaran, tidak sesuai sepesifikasi tehnis hingga dugaan korupsi yang berpotensi merugikan keuangan negara.
" Disinilah komitmen Kejati Kalbar untuk mengawal dan mengawasi tahapan proyek agar pelaksanaannya tidak melenceng dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Setiap indikasi penyimpangan, pasti akan ditindak lanjuti lewat mekanisme hukum yang berlaku, " tegas Kejati Kalbar
Konteks ini, sambungnya, juga bagian dari agenda reformasi hukum dan reformasi birokrasi di lingkungan Kejaksaan. Melalui upaya peningkatan kualitas penanganan perkara, penguatan intelijen penegakan hukum, serta sinergi dengan aparat pengawasan internal pemerintah maupun lembaga penegak hukum lainnya.
Beliau mengatakan, Kejati Kalbar membuka ruang partisipasi publik dan media untuk turut mengawal pembangunan daerah dengan menyampaikan informasi atau laporan yang dapat dipertanggung jawabkan. Peran media dinilai sangat strategis dalam mendorong transparansi serta mencegah terjadinya praktik korupsi di daerah
Lewat kegiatan coffee morning ini, Kejati Kalbar menegaskan keseriusannya dalam menegakkan hukum, khususnya terhadap pemberantasan korupsi daerah dan pengawasan proyek pembangunan, sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara serta upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
