WAY KANAN – Ungkap Fakta Info :Sebuah video berdurasi 22 detik yang memperlihatkan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menggunakan air galon saat memadamkan api di gerai Indomaret Blambangan Umpu, Jumat (23/1/2026), mendadak viral dan memicu beragam persepsi negatif di tengah masyarakat.
Dalam rekaman tersebut, terlihat petugas menuangkan air galon di atas mobil pemadam. Terdengar pula suara warga yang melontarkan kritik dalam bahasa daerah: "Ngisi dak'ah suda makai Alkon, makai galon, haga ngurik ko mesin na cadang, bela pai harta hun" (Isi itu harusnya pakai Alkon, ini malah pakai galon. Mau menghidupkan mesin tapi rusak, habis dulu harta orang).
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Satuan Pol PP dan Damkar Kabupaten Way Kanan, Irwansyah, S.Sos., M.H., memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan simpang siur informasi.
Kronologi dan Kendala Teknis di Lapangan
Irwansyah menjelaskan bahwa api di gerai Indomaret tersebut memang cepat menjalar karena banyaknya bahan yang mudah terbakar, seperti minyak goreng dan barang ritel lainnya. Pihaknya telah menyiagakan dua unit mobil pemadam dari pos Blambangan Umpu dan Baradatu.
Namun, di lokasi kejadian, unit pemadam dari Baradatu mengalami kendala teknis pada mesin penyemprot air. Sebagai langkah darurat, petugas memutuskan untuk memindahkan air dari tangki unit Baradatu ke tangki unit Blambangan Umpu menggunakan mesin Alkon (pompa air portabel).
"Saat akan menghidupkan mesin Alkon untuk memindahkan air tersebut, diperlukan air pancingan agar mesin bisa beroperasi. Itulah yang terlihat dalam video; petugas mengisi mesin Alkon menggunakan air galon, bukan mengisi tangki mobil pemadam dengan galon seperti anggapan masyarakat," jelas Irwansyah via WhatsApp.
Permohonan Maaf dan Evaluasi
Atas ketidaknyamanan dan persepsi yang timbul, Irwansyah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Way Kanan. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mengevaluasi kinerja tim di lapangan.
"Selaku Kasat, saya mohon maaf jika pelayanan kami belum bisa memberikan kepuasan maksimal kepada masyarakat. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan memberikan layanan terbaik," tambahnya.
Pesan untuk Masyarakat
Berdasarkan klarifikasi ini, diharapkan masyarakat tidak lagi salah paham mengenai upaya yang dilakukan petugas di lapangan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak terburu-buru menilai sebuah potongan video sebelum mengetahui fakta sebenarnya, guna menghindari polemik dan kegaduhan di ruang publik.
Rusdi Andeswara
.png)

.png)
