Pontianak Barat: Masyarakat nilai proyek pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan air minum Rp. 199 juta, di Jalan Nipah Kuning Dalam arah ke Jalan Karet, dikerjakan asal jadi.
Paket bangunan air bersih atau air baku tahun anggaran APBD 2025 milik PUPR Kota Pontianak, yang digarap oleh CV. Empat Saudara Berkah, dianggap jauh dari cerminan kualitas maupun kwantitas.
" Kami melihat galian tanah untuk penanaman pipa air, kedalamnya tidak sampai satu meter, hanya setengah, setelah itu langsung ditimbun dengan sisa galian tersebut, yang kekuatannya sangat diragukan, " terang warga sekitar.
Menurutnya, jika air pasang tiba, otomatis permukaan tanah timbunan tadi bakal tergerus oleh kekuatan arus yang bisa memunculkan lobang dan membuat pipa-pipa tersebut kelihatan.
Warga tadi menuding, lemotnya pengawasan yang di implementasikan Bidang Cipta Karya, menjadi faktor penyebab jeleknya mutu pekerjaan dan perlu atensi Walikota Pontianak.
Sementara Edwin, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Kota Pontianak, tidak pernah merespon ketika dikonfirmasi 7 kali, lewat chat Wa.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
