• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Mengembangkan Literasi Bencana Bersama Pramuka melalui Penerapan Rambu Bencana

    Rabu, 18 Februari 2026, Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T03:48:23Z
    masukkan script iklan disini





    Ungkap fakta info.


    Bencana alam bisa datang kapan saja. Usaha yang penting dilakukan manusia adalah dengan meminimalisir risiko melalui mitigasi dan kesiapiagaan menghadapi bencana. 


    Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui program pengabdian masyarakat mengadakan diskusi dan simulasi literasi bencana berbasis rambu kebencanaan. Pelatihan tersebut digelar bersama adk-adik dan kakak-kakak Pramuka Kwarcab Kabupaten Sleman di bumi perkemahan Gugur Gunung, Margodadi, Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (14/02/2026). 


    Dalam pelatihan tersebut, Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Zein Mufarrih Muktaf, menunjukkan bagaimana pentingnya pemasangan rambu-rambu informasi kebencanaan di setiap kawasan dan juga gedung. 


    Zein Mufarrih Muktaf mengatakan rambu menjadi bagian dari kognisi paling dasar dalam menyadari dari memahami risiko bencana di kawasan. ''Saya menyadari bahwa masih banyak kawasan dan gedung yang masih belum memikirkan dan menerapkan rambu mitigasi bencana. Menurut saya penerapan ini penting, agar manusia-manusia di kawasan tetap menyadari kewaspadaannya, minimal tahu ke mana ia akan lari jika bencana terjadi', 'kata Zein Mufarih Muktaf.

    Ia menjelaskan bahwa peran Pramuka menjadi sangat penting sebagai agen literasi bencana di lingkungannya. Terlebih lagi Pramuka memiliki aset sumber daya manusia dan pengalaman yang bisa menjadikan program-program literasi bencana menjadi lebih terarah. 


    Terkait aset sumber daya manusia dan pengalaman, Kak Bambang Pamungkas dari Kwarda DIY sekaligus penanggung jawab acara tersebut mengungkapkan bahwa Pramuka menjadi salah satu elemen relawan penting dalam respon bencana. Hal ini terlhat dari beberapa Saka yang memiliki Krida yang dikhususkan pada repson bencana. ''Krida pada Saka di Pramuka ada yang fokus pada kebencanaan, seperti Saka Wira Kartika dan Saka Bhayangkara, hal ini yang membuat Pramuka siap dalam proses tanggap bencana'', jelas Bambang Pamungkas.


    Adik-adik Pramuka dari Kwarcab Sleman sebanyak 50 orang yang mayoritas kalangan SMA dan SMK sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Setiap tim membuat peta risiko dan membuat perencanaan pengadaan rambu dan papan informasi bencana di kawasan. Setiap kelompok  mempresentasikan peta risikonya beserta rencana rambu-rambunya. 


    Di akhir acara dilakukan penyerahan hibah dari Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berupa rambu dan papan informasi bencana untuk kebutuhan Pramuka. Hibah tersebut diterima langsung oleh Kak Viona Windarti yang mewakili Kwarcab Sleman.

    Editor( Rusdi Andeswara)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e