• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    WJI–WBI Jatim Tekankan Peran Ekonomi Keluarga dalam Pencegahan Stunting

    Wandaprastica
    Minggu, 01 Februari 2026, Februari 01, 2026 WIB Last Updated 2026-02-01T13:10:54Z
    masukkan script iklan disini




    Sidoarjo — ungkapfakta.info || Upaya penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan secara parsial atau sesaat, melainkan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan. Salah satu faktor krusial yang memiliki pengaruh langsung terhadap kejadian stunting adalah kondisi ekonomi keluarga.


    Keluarga dengan tingkat ekonomi yang lebih baik dinilai memiliki kemampuan lebih besar dalam memenuhi kebutuhan gizi, layanan kesehatan, serta pola asuh anak secara optimal.

    Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan seminar dan silaturahmi yang diselenggarakan oleh WJI dan WBI Jawa Timur, bertempat di Hotel Halogen Juanda, Sidoarjo, pada Minggu (1/2/2026).


    Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Benjamin sebagai narasumber utama, yang juga bertindak sebagai penyelenggara sekaligus tuan rumah. Dr. dr. Benjamin merupakan Pembina WJI dan WBI Jawa Timur serta Anggota DPRD Tingkat I Provinsi Jawa Timur.


    Dalam pemaparannya, Dr. dr. Benjamin menegaskan bahwa peningkatan ekonomi keluarga memegang peranan strategis dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi seimbang, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menurutnya, kecukupan pendapatan keluarga memungkinkan tersedianya makanan bergizi, akses terhadap layanan kesehatan yang memadai dan berkelanjutan, serta terciptanya sanitasi dan lingkungan tempat tinggal yang sehat.


    “Stunting bukan semata-mata persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan ekonomi, sosial, dan pola hidup. Ketika ekonomi keluarga kuat, maka peluang anak untuk tumbuh sehat dan optimal akan semakin besar,” ujarnya.


    Ia menjelaskan, keluarga yang memiliki kestabilan ekonomi cenderung lebih mampu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, memenuhi kebutuhan nutrisi harian, serta menjaga kebersihan lingkungan. Faktor-faktor tersebut menjadi fondasi utama dalam mencegah terjadinya stunting sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.


    Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya bertumpu pada intervensi layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan kemandirian dan ketahanan ekonomi keluarga. 


    Pemberdayaan ekonomi dinilai sebagai langkah konkret dan berkelanjutan dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas.


    Beberapa upaya yang disoroti dalam seminar tersebut antara lain pengembangan usaha mikro dan kecil, pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal, peningkatan kapasitas perempuan dalam kegiatan produktif, serta edukasi tentang pengelolaan keuangan keluarga yang bijak. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.


    Selain berdampak pada aspek kesehatan, peningkatan ekonomi keluarga juga berkontribusi signifikan terhadap perbaikan pola asuh dan pendidikan anak. Orang tua dengan kondisi ekonomi yang lebih stabil dinilai memiliki kesempatan lebih besar untuk mencurahkan perhatian, waktu, serta sumber daya guna mendukung perkembangan fisik, mental, dan emosional anak secara optimal.


    Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Benjamin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. 


    Menurutnya, program penurunan stunting akan berjalan lebih efektif apabila dibarengi dengan kebijakan dan program peningkatan ekonomi keluarga yang terencana dan berkelanjutan.


    “Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan. 

    Pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan komunitas harus berjalan bersama dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga sebagai bagian integral dari strategi nasional penurunan stunting,” tambahnya.


    Melalui kegiatan seminar dan silaturahmi ini, WJI dan WBI Jawa Timur berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa investasi pada ekonomi keluarga merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.


    Dengan ekonomi keluarga yang kuat, diharapkan dapat terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus menjadi fondasi kokoh bagi masa depan bangsa yang lebih baik.

    (Wpd)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e