Pemerintah Desa Ilambe, terpilih mewakili Kecamatan Lakea dalam kegiatan penilaian Lomba Desa tingkat Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Penilaian ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk mengukur perkembangan serta kinerja pemerintahan desa dalam berbagai aspek pembangunan. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Ilambe, Jumat 13/03/2026.
Kegiatan penilaian Lomba ini dihadiri oleh tim penilai dari tingkat kabupaten yang melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai indikator penilaian, di antaranya tata kelola pemerintahan desa, pelayanan kepada masyarakat, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta kebersihan dan penataan lingkungan desa.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.20 WITA tersebut diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK sebagai wujud penghormatan terhadap nilai kebangsaan sekaligus semangat kebersamaan dalam membangun desa. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Kepala Desa Ilambe, sambutan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buol, sesi foto bersama, serta penilaian oleh tim evaluasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol Arfandi Wehantow, S.IP., M.Si., Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Buol Karmin OY Kaimo, S.Ag., Sekretaris Bersama jajaran pengurus TPP PKK Kabupaten Buol Plt. Camat Lakea Abdullah Maatiala, S.Pd., Bhabinkamtibmas Brigadir Hamsar, Kepala Desa Ilambe Jafar AT Jaa, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait.
Turut hadir pula Ketua TP-PKK Kecamatan Lakea Nuning Kusumawaty Abdullah, para kepala desa se-Kecamatan Lakea, tenaga pendidik, Kepala KUA Kecamatan Lakea Ishak, unsur BPD, LPM, Linmas, perangkat desa, Kepala Puskesmas Ratna, N., S.Kep, serta insan pers dan tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Kepala Desa Ilambe Jafar AT Jaa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran tim penilai serta seluruh tamu undangan yang hadir. Ia menjelaskan bahwa Desa Ilambe merupakan desa hasil pemekaran dari Desa Tuinan yang ditetapkan sebagai desa definitif pada tahun 2011 melalui keputusan Bupati Buol. Pemekaran tersebut dilakukan sebagai upaya mempercepat pelayanan pemerintahan serta meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Secara geografis, Desa Ilambe memiliki posisi strategis karena dilalui oleh jalan provinsi dan jalan kabupaten serta berjarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota Kabupaten Buol. Saat ini desa tersebut memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.183 jiwa dengan 338 kepala keluarga. Potensi utama desa berada pada sektor pertanian dan perkebunan dengan luas wilayah sekitar 2.210 hektare, yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat". Ucapnya
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan Desa Ilambe didukung oleh tiga kekuatan utama, yakni potensi sumber daya alam khususnya di bidang pertanian, kuatnya budaya gotong royong masyarakat, serta komitmen pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Seluruh program pembangunan desa direncanakan melalui musyawarah desa dan dituangkan dalam dokumen perencanaan seperti RPJMDes dan RKPDes.
Kepala Desa juga menyampaikan bahwa keikutsertaan Desa Ilambe dalam Lomba Desa Tingkat Kabupaten Buol merupakan yang pertama sejak desa tersebut berdiri. Menurutnya, partisipasi ini bukan semata untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa serta pembangunan wilayah.
Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol Arfandi Wehantow, S.IP., M.Si. memberikan apresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan evaluasi perkembangan desa. Ia juga menyampaikan kabar baik bahwa Kabupaten Buol menjadi salah satu daerah tercepat dalam penyaluran Dana Desa secara nasional, di mana proses penerbitan SP2D Dana Desa telah dilaksanakan pada 18 Januari 2026.
"Evaluasi perkembangan desa bertujuan untuk menilai status perkembangan desa, mengevaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa, serta menjadi bahan kajian dalam perumusan kebijakan pembangunan ke depan. Penilaian tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni aspek pemerintahan, kemasyarakatan, dan kewilayahan". Ucapnya
Ia juga mengapresiasi desa yang berani mengikuti proses penilaian, karena kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi bersama dalam meningkatkan kualitas pembangunan desa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan proses penilaian oleh tim evaluasi yang mencakup pemeriksaan administrasi, pemaparan potensi desa, serta peninjauan berbagai indikator penilaian dalam lomba desa tingkat kabupaten.
Melalui kegiatan ini diharapkan Desa Ilambe dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan guna mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong setiap desa di Kabupaten Buol untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pembangunan, serta memperkuat partisipasi masyarakat demi mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
(Rl)
.png)

.png)
