KUNINGAN/CIREBON — Kondisi akses jalan penghubung Desa Bantarpanjang, Kabupaten Kuningan, menuju wilayah Tonjong, Kabupaten Cirebon, mengalami kerusakan parah. Jalan yang menjadi jalur utama warga tersebut kini dipenuhi lubang, retakan, serta permukaan tanah yang tidak rata, sehingga menyulitkan pengendara yang melintas.
Kerusakan terlihat hampir di sepanjang ruas jalan. Pada beberapa titik, aspal mengelupas hingga menyisakan tanah dan bebatuan, bahkan membentuk alur dalam yang berbahaya, terutama saat musim hujan. Kondisi ini memperlambat mobilitas warga, baik untuk aktivitas kerja, pendidikan, maupun kebutuhan sehari-hari.
Warga setempat mengeluhkan dampak yang ditimbulkan. Mereka menyebut jalur ini merupakan akses tercepat menuju pusat kota. Jika kondisi jalan normal, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 30 menit. Namun akibat kerusakan, perjalanan menjadi lebih sulit dan berisiko.
“Kalau lewat sini sebenarnya paling cepat, sekitar setengah jam sudah sampai. Tapi sekarang jalannya rusak parah. Kalau harus memutar, bisa sampai satu setengah jam,” ujar salah seorang warga.
Menurut keterangan warga, kerusakan jalan diduga diperparah oleh aktivitas truk pengangkut material tambang pasir yang kerap melintas dengan muatan berat. Intensitas kendaraan bertonase besar tersebut dinilai mempercepat kerusakan jalan yang sebelumnya sudah mengalami penurunan kualitas.
Selain menghambat mobilitas, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang harus ekstra hati-hati melewati jalur bergelombang dan licin.
Warga berharap adanya perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah daerah terkait, baik dari Kabupaten Kuningan maupun Kabupaten Cirebon, untuk segera melakukan perbaikan. Mereka juga meminta adanya pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas agar kerusakan tidak semakin parah.
Hingga saat ini, jalan tersebut masih menjadi pilihan utama warga meski dalam kondisi memprihatinkan, mengingat efisiensi waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan jalur alternatif.

.png)



.png)
