• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Diduga Penolakan Pengisian BBM dan Praktik Penjualan Solar, Keributan Terjadi di SPBU Meliau

    Senin, 27 April 2026, April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T08:17:03Z
    masukkan script iklan disini




    Sanggau, ungkapfakta.info-

     Keributan terjadi di sebuah SPBU di wilayah Meliau, Kabupaten Sanggau, pada Minggu sore (26/4/2026). Peristiwa tersebut terekam dalam video dan beredar luas di media sosial, memicu perhatian masyarakat.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun dari percakapan warga, insiden bermula saat seorang konsumen hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM). Namun, meskipun stok BBM disebut masih tersedia, pihak petugas SPBU diduga tidak memberikan pelayanan pengisian. Situasi ini kemudian memicu adu mulut antara konsumen dan petugas, hingga menarik perhatian warga sekitar dan menimbulkan keributan di lokasi.

    Di tengah beredarnya video kejadian, muncul pula tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga berkaitan dengan praktik penjualan bahan bakar solar menggunakan drum dengan harga di atas ketentuan. Dalam percakapan tersebut, seseorang menawarkan pengisian solar dengan sistem antrean, dimulai sejak pukul 06.00 pagi, dan disebutkan bahwa setelah pukul 10.00 antrean akan berganti.

    Selain itu, dalam pesan tersebut tercantum harga solar mencapai Rp12.000 per liter untuk pembelian dalam jumlah satu drum. Pembeli diminta membawa drum dan kendaraan ke SPBU, serta menggunakan surat rekomendasi dari desa dengan mengirimkan nomor kendaraan dan jenis mobil untuk dibuatkan surat jalan.

    Saat ditanyakan terkait penentuan harga, disebutkan bahwa biaya tersebut berkaitan dengan pengurusan surat rekomendasi dari desa. Namun, pihak dalam percakapan juga menyarankan agar pengurusan rekomendasi dapat dilakukan langsung ke desa masing-masing dengan berkoordinasi kepada kepala desa.

    Beredarnya percakapan ini memunculkan dugaan adanya praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi, di mana solar yang seharusnya dijual sesuai harga resmi justru diperjualbelikan dengan harga lebih tinggi demi keuntungan pribadi.

    Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab pasti penolakan pengisian BBM maupun kebenaran isi percakapan yang beredar tersebut. Kronologi lengkap kejadian masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait, termasuk pengelola SPBU dan aparat setempat.

    Warga berharap kejadian ini segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serta gangguan pelayanan di kemudian hari, sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan yang berlaku.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e