SULSEL, Ungkapfakta.info -
Untuk mewujudkan lingkungan yang higienis terus di sosialisasikan ditingkat desa. 5 Pilar STBM tersebut yakni, stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan di rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga.
Guna menghadapi penilaian STBM tingkat Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) pada bulan Juni 2026 mendatang, kini Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Puskesmas Kecamatan Tomoni Timur mengadakan sosialisasi atau edukasi intensif mengenai 5 Pilar STBM.
Kepala Pemerintah Kecamatan Tomoni Timur, Yulius pada media ini, Sabtu 23 Mei 2026 mengungkapkan bahwa, dengan adanya edukasi dan program dari Dinas Kesehatan Lutim, maka akan memacu dan memicu pola hidup sehat masyarakat, sehingga nantinya dapat menekan dan mencegah mewabahnya berbagai penyakit, terutama ketika mulai musim hujan seperti saat ini.
“STBM itu merubah perilaku masyarakat menjadi perilaku hidup bersih dan sehat. Kalau PHBS ini sudah bisa, tentu akan mencegah beberapa hal, seperti penyakit berbasis lingkungan dan terkait dengan program-program prioritas pemerintah, misalnya stunting,” urai camat.
Sasaran edukasi lintas generasi dipimpin langsung petugas promosi kesehatan (Promkes) Puskesmas Tomoni Timur, Muli Kendek. Dengan membawa media peraga visual berupa poster besar, petugas memberikan pemahaman mendalam mengenai perilaku hidup bersih.
Peserta edukasi tersebut yakni, mencakup berbagai elemen masyarakat, seperi anak sekolah dasar, ASN, para Ibu kader posyandu.
Muli Kendek dalam edukasi tersebut mengatakan bahwa, sosialisasi ini bukan sekadar mengejar status kelulusan formal dalam penilaian bulan Juni 2026 mendatang, melainkan investasi jangka panjang untuk mengubah perilaku masyarakat secara permanen.
Dalam edukasi tatap muka tersebut, tim promkes menjabarkan aspek-aspek mendasar dari 5 pilar STBM yang menjadi indikator utama penilaian yakni, stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun atau sabun organik dengan air mengalir, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limba cair rumah tangga.
Sekadar diketahui nantinya, di tiap desa atau kelurahan, dikatakannya sudah ada tim STBM yang terdiri dari berbagai unsur yakni, tenaga kesehatan, dari puskesmas, masyarakat, kader lingkungan dan tim penggerak PKK,” jelas Muli Kendek.
Ega/Yustus

.png)
.png)
