Ungkapfakta.info | Tangerang - Ramainya pemberitaan soal anggaran. "Makan minum" Kecamatan Rajeg Rp1,4 Miliar di APBD. Angka 1,4 Miliar memang terdengar besar jika dilihat sepintas. Tapi analisa anggaran tidak boleh berhenti di angka.
Berikut bedah kritis untuk meluruskan persepsi publik, sehingga Camat Rajeg Oman Apriana mengklarifikasi terkait anggaran tersebut yang didengarkan oleh insan pers dan aktivis di aula Kantor Kecamatan Rajeg, Kamis, 25 Juni 2026.
Oman Apriaman menjelaskan, anggaran memang terlihat pantastik 1,4 milyar tetapi kan itu ada rinciannya disetiap kegiatan, bahkan angka itu kami mencakup 13 desa dan kelurahan.Tupoksi Kecamatan Rajeg berdasar Permendagri 4/2023,jadi koordinator 12 Desa 1 kelurahan, fasilitator musrenbang, pelaksana program prioritas Bupati, pengampu 30+ program lintas OPD. Setiap ada program dari Dinas Kesehatan, Dinsos, Disdik, DPMPD, DLHK, semua titik kumpulnya di Kecamatan. Berarti frekuensi rapat + kegiatan paling tinggi se-kabupaten.pungkas Oman Apriaman
Di tempat yang sama Kurtubi aktivis panturan dan tokoh Masyarakat Rajeg menambahkan,Rajeg punya 12 desa 1 kelurahan, puluhan perumahan, kawasan industri, pasar, dan rawan banjir. Koordinasi lintas sektor, banjir, stunting, kemiskinan, Binwil, pengajian, izin usaha, konflik lahan. Semua butuh rapat. Dan rapat butuh konsumsi sesuai aturan.
Pemkab Tangerang punya Standar Biaya Masukan. Misal: Snack Rp15 ribu, Makan siang Rp35 ribu. Kecamatan tidak bisa set harga sendiri. Kalau 1 kegiatan 150 orang x Rp50 ribu = Rp7,5 juta. Itu wajar, bukan mewah .ujar Kurtubi
Red/Abd*
.png)

.png)
