• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Pertunjukan Wayang Kulit Gaya Betawi Dan Jawa Dalam Acara Gebyar Harmoni Budaya Oleh Paguyuban Warga Perantau Jawa Tengah.

    Anggit Kurniawan
    Senin, 22 Juni 2026, Juni 22, 2026 WIB Last Updated 2026-06-22T08:39:02Z
    masukkan script iklan disini



     


    Jakarta. ungkapfakta.info -Paguyuban warga perantau Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 19 Juni 2026.
    Dalam acara tersebut ditampilkan dua pertunjukan wayang kulit: gaya Betawi yang dibawakan dalang Ki Sukadana, serta gaya Jawa dengan dalang KRA Ki Gunarto Gunotalijendro. Selain itu, acara juga diisi fragmen teater kolaborasi.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir untuk mendukung warga Jateng yang merantau di Jabodetabek. Turut hadir juga mantan Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 Sutiyoso atau Bang Yos, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattiri, Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Ahmed Abdulla AlHajeri, dan beberapa tokoh lainnya.


    Menurut Luthfi, Gebyar Harmoni Budaya membuktikan warga Jawa Tengah mampu beradaptasi dan bekerja sama di daerah perantauan. Pertunjukan wayang kulit juga menjadi simbol bahwa warga Jateng di rantau tidak melupakan asal-usulnya.

    “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Warga perantau sudah mengharumkan nama Jawa Tengah. Mereka ikut membangun daerah tempat tinggalnya sekarang, tapi tetap mengingat tanah leluhur,” ujarnya.


    Pada kesempatan itu Luthfi juga menyebut pembangunan di Jawa Tengah terus maju. Provinsi ini bahkan kini jadi incaran investor dari dalam dan luar negeri.




    Sementara Ketua Umum Paguyuban Jawa Tengah Leles Sudarmanto menjelaskan, wayang kulit dipilih karena merupakan warisan budaya Indonesia yang harus dijaga. Pelestariannya penting dilakukan semua pihak, termasuk generasi muda, khususnya orang Jawa dan Betawi.
    “Harmoni Budaya ini wujud kolaborasi seni antara orang Jawa dan Betawi. Karena itu kami terus dorong. Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Tengah juga sudah berkolaborasi. Hal seperti ini penting. Republik Indonesia butuh kolaborasi untuk menyatukan pandangan lewat budaya,” katanya.


    Gebyar Harmoni Budaya menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih punya tempat kuat di tengah masyarakat modern, khususnya di kalangan perantau. Lewat kolaborasi Jawa dan Betawi ini, diharapkan semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong terus tumbuh. Ke depan, Paguyuban Jawa Tengah berharap acara serupa bisa rutin digelar dan melibatkan lebih banyak generasi muda, supaya warisan budaya Indonesia tetap hidup, lestari, dan jadi jembatan persatuan di mana pun mereka berada.** (ATK)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e