• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Terbukti Saat Libur Sekolah Air Kembali Bersih, Warga Lahewa Desak Dapur MBG Segera Dipindahkan karena IPAL Asal-Asalan

    Selasa, 30 Juni 2026, Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T03:08:41Z
    masukkan script iklan disini






    Nias Utara, Ungkap fakta info.

    Teka-teki mengenai penyebab utama bau busuk pada air PDAM Tirtanadi Unit Lahewa, Kabupaten Nias Utara, kini dinilai warga telah menemukan titik terang yang tak terbantahkan. Selama masa libur sekolah di mana aktivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) diistirahatkan sementara, aliran air PDAM di rumah-rumah warga tiba-tiba kembali lancar, bersih, dan tidak lagi mengeluarkan aroma busuk.

     

    Kondisi ini membuat masyarakat Kecamatan Lahewa semakin yakin bahwa operasional dapur MBG merupakan dalang utama di balik pencemaran sumber air bersih mereka. Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Nias Utara untuk segera memindahkan lokasi operasional dapur MBG tersebut ke wilayah lain yang jauh dari instalasi air bersih pemukiman. 


    Keresahan warga sangat beralasan jika melihat skala operasional dapur tersebut. Menurut penuturan warga setempat, di lokasi tersebut berdiri dua dapur MBG berkapasitas raksasa yang posisinya berdampingan dan hanya dibatasi oleh satu dinding pembatas.

     

    Kedua dapur ini memproduksi makanan dalam jumlah sangat besar, yakni mencapai hingga 7.000 porsi layanan per hari. Aktivitas produksi skala industri rumah tangga raksasa ini otomatis menghasilkan volume limbah sisa pencucian dan memasak yang sangat melimpah setiap harinya.

     

    Ironisnya, warga menuding bahwa sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun oleh pihak pengelola sangat jauh dari standar kelayakan. Pembuangan limbah sisa produksi dinilai dilakukan secara asal-asalan tanpa melalui proses penyaringan yang benar, sehingga langsung merembes dan mencemari instalasi pipa atau sumber air baku PDAM Lahewa.

     

    "Sekarang saat sekolah libur dan dapur MBG tidak beroperasi, air PDAM langsung bersih dan tidak bau lagi. Ini bukti nyata yang tidak bisa dibantah bahwa limbah dari dua dapur itulah yang selama ini mencemari air kami hingga bau busuk," ujar salah seorang warga Lahewa dengan nada kecewa.

     

     

    Masyarakat Lahewa menegaskan bahwa mereka tidak menolak program nasional Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah. Namun, penempatan dua dapur raksasa yang berdekatan langsung dengan instalasi air bersih publik dinilai sebagai kecerobohan tata ruang yang mengorbankan hajat hidup orang banyak.

     

    Warga sangat terganggu karena air bersih adalah kebutuhan sanitasi dasar untuk mandi, mencuci, dan memasak sehari-hari. Oleh karena itu, warga meminta dengan tegas kepada Pemerintah Daerah Nias Utara dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan nyata dengan merelokasi atau memindahkan dapur MBG tersebut ke lokasi baru yang lebih representatif sebelum tahun ajaran baru sekolah dimulai dan aktivitas dapur kembali beroperasi.


    Fasa'ar.zal

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e