TUBABA — Penguatan kualitas pelayanan peternakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) memasuki tahap penting. Sebanyak 31 petugas dari tiga daerah mengikuti sertifikasi kompetensi bidang inseminasi buatan dan kesehatan hewan, sebagai upaya memastikan pelayanan kepada peternak benar-benar ditangani oleh tenaga yang memiliki kemampuan sesuai standar.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Pemerintah Kabupaten Tubaba sekaligus Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tubaba, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H.
Dalam sambutannya, Eri menegaskan bahwa pelayanan inseminasi buatan dan kesehatan hewan bukan sekadar pekerjaan teknis. Pelayanan tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menentukan kualitas pendampingan terhadap para peternak.
Karena itu, kompetensi petugas menjadi salah satu faktor penting. Petugas dituntut memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan teknis yang memenuhi standar dalam menjalankan pelayanan di lapangan.
“Melalui pelaksanaan uji kompetensi ini, kita memberikan kesempatan kepada para petugas untuk memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki sesuai dengan skema masing-masing, yaitu Inseminator, RCC Inseminator, dan RCC Keswan,” demikian disampaikan dalam sambutannya.
Eri juga menekankan bahwa sertifikasi tidak seharusnya dipandang hanya sebagai upaya memperoleh selembar sertifikat. Lebih jauh, proses tersebut menjadi bagian dari peningkatan profesionalisme, pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab petugas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta para peternak.
Sebanyak 31 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 24 peserta asal Tubaba, satu peserta dari Mesuji, dan enam peserta dari OKI.
Pelaksanaan sertifikasi melibatkan Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP Peternakan Singosari, Malang, bersama asesor kompetensi yang melakukan penilaian terhadap kemampuan peserta berdasarkan skema sertifikasi yang diikuti.
Tidak hanya diuji secara teori, peserta juga menjalani tahapan praktik. Kegiatan dilaksanakan di Balai Tiyuh Pulung Kencana, sedangkan lokasi praktik kompetensi berlangsung di kandang ternak Kelompok Tani Budi Lestari, Wonokerto, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Pelaksanaan uji kompetensi ini menjadi penting karena keberhasilan program peternakan di daerah tidak hanya bergantung pada ketersediaan program dan bantuan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang berada di garis depan pelayanan.
Dengan sertifikasi tersebut, petugas diharapkan mampu memberikan pelayanan inseminasi buatan dan kesehatan hewan secara lebih profesional, terukur, dan sesuai standar. Pada akhirnya, peningkatan kompetensi petugas diharapkan berdampak langsung terhadap produktivitas ternak dan kesejahteraan masyarakat peternak.
Uji kompetensi pun bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi menjadi ukuran sejauh mana petugas benar-benar siap memberikan pelayanan yang berkualitas di tengah kebutuhan peternak yang terus berkembang.(San).
.png)


.png)

