![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG — Kampung Cempaka Jaya di bawah pimpinan Kepala Kampung Sanuri menerima Dana Desa tahun 2024 utuh tak kurang satu rupiah. Rp1.125.086.000. Uang mengalir lancar ke kas desa, namun kenyataan di lapangan dan tata kelola berkas menyisakan luka mendalam: anggaran habis dilaporkan, namun kebenaran disembunyikan rapat-rapat.
Suara warga tak lagi bisa dibungkam.Red
“Angka terlihat besar dan meyakinkan, tapi kami tak pernah diberi rincian yang jujur. Banyak kegiatan terlihat berulang, berantakan, dan pos terbesar bernama keadaan mendesak tak pernah dijelaskan satu pun kegunaannya secara terbuka. Kami hanya disuguhi tumpukan kertas, bukan jawaban yang meyakinkan,” tegas salah satu warga setempat yang memilih tak disebutkan identitasnya.
Data resmi yang diperoleh media menampakkan pola yang sangat mencurigakan dana desa dari tahun anggaran 2024, 2025.
Kegiatan berulang dan ganda dengan nilai berbeda, tanpa alasan jelas bukan sekadar kelalaian administrasi, melainkan pola yang sengaja mengaburkan jejak keuangan.
Pos “Keadaan Mendesak” senilai Rp100.800.000 sama sekali tanpa rincian. Jumlah terbesar justru menjadi ruang paling gelap yang tak terpertanggungjawabkan.
Beban operasional dan biaya administrasi mendominasi anggaran; pembangunan fisik terpecah-pecah dan sulit disamakan antara tulisan di atas kertas dengan kenyataan yang bisa disentuh warga.
Predikat desa “MAJU” terasa sekadar topeng. Di balik nama yang bagus, laporan panjang justru disusun sedemikian rupa untuk menyulitkan penelusuran yang jujur.
Kepala Kampung Sanuri tak boleh lagi berlindung di balik keruwetan berkas. Warga sudah bersuara keras: kami tahu miliaran rupiah masuk, namun bukti nyatanya terasa asing. Mengapa laporan disusun berbelit jika semuanya bersih? Mengapa pos darurat dijadikan ruang tertutup rapat?
Kepada BPMPD, Inspektorat, serta seluruh APH yang berkewajiban mengawasi, kami tanyakan, apakah hanya akan diam melihat ini? Jangan biarkan Dana Desa 2024 menjadi bukti paling pahit, penyaluran penuh, pertanggungjawaban kosong, kepercayaan rakyat dikhianati secara terang-terangan.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

