Agats, ungkapfakta.info-
Dapur pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asmat tidak mendapat pasokan air bersih yang memadai. Akibatnya, memasak untuk anak sekolah terhambat — padahal air adalah syarat pertama untuk menyiapkan makanan.
"Dapur MBG sudah disiapkan, peralatan sudah ada, rencana sudah tertulis. Tapi pasokan air tidak disambung ke dapur. Tidak ada pipa, tidak ada tangki cadangan, tidak ada suplai tetap. Mau masak pakai air apa?" — ujar petugas yang membantu di dapur sekolah.
KENYATAAN DI DAPUR MBG: agats
- Tidak ada sambungan air bersih ke dapur MBG
- Tidak ada tangki penampungan air cadangan
- Harus cari air ke sungai atau hutan dulu sebelum bisa masak
- Air tadah hujan tidak cukup untuk memasak ratusan porsi makan anak
- Air sungai keruh tidak aman dipakai untuk makanan bergizi anak sekolah
- Saat tidak hujan → dapur berhenti beroperasi → anak tidak dapat makan
"Tanpa pasokan air yang tetap, dapur MBG hanya bangunan kosong. Janji bagus tidak bisa dimasak kalau tidak ada air. Anak-anak tidak bisa makan tulisan di kertas — mereka butuh air dulu untuk memasak makanannya."
Warga dan pelaksana meminta: sebelum program berjalan penuh, pasanglah pasokan air bersih ke dapur MBG. Sambung pipa, buat sumur, sediakan tangki cadangan — supaya dapur bisa menyala setiap hari, dan anak-anak bisa makan tanpa menunggu hujan.
(Stanislaus)
.png)
.png)

