• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Dukung Ekonomi Desa, Kementerian Transmigrasi Gelar Pelatihan Hilirisasi Produk UMKM di Kampung Ramsai

    Jumat, 28 Agustus 2026, Agustus 28, 2026 WIB Last Updated 2026-08-28T02:34:53Z
    masukkan script iklan disini






    Dukung Ekonomi Desa, Kementerian Transmigrasi Gelar Pelatihan Hilirisasi Produk UMKM di Kampung Ramsai


    BLAMBANGAN UMPU —Ungkap fakta info:  Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Pekanbaru di bawah Kementerian Transmigrasi resmi menutup rangkaian Pelatihan Hilirisasi Produk UMKM di Kawasan Transmigrasi Way Tuba yang pesertanya dari 3 Kampung, yaitu Ramsai, Suma Mukti, dan Bandar Sari, Kecamatan Way Tuba Kabupaten Way Kanan, Lampung, Kamis (27/8/2026). Kegiatan pelatihan yang terpusat di Kampung Ramsai ini telah berlangsung selama satu minggu penuh, terhitung sejak 21 hingga 27 Agustus 2026.


    Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang dibagi menjadi 3 UMKM dari kawasan transmigrasi setempat. Melalui agenda tersebut, para peserta tidak hanya dibekali teori dan tata cara pengolahan, tetapi juga menerima fasilitas alat produksi langsung. Hasilnya, para peserta berhasil menciptakan hingga 8 produk olahan makanan baru dari hasil bumi lokal, seperti komoditas ikan lele yang kini diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.


    Kepala Kampung Ramsai, Hendrik Purnama, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Transmigrasi atas program pemberdayaan yang dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat desa.


    "Kami mengucap ribuan terima kasih kepada Kementerian dan Balai Pelatihan Pekanbaru yang telah melirik serta menggiatkan kembali kampung transmigrasi. Program ini memberikan sentuhan berbeda yang membuat kami merasa bangga dan terharu," ujar Hendrik.


    Selain pelatihan pengolahan, Balai Pelatihan Pekanbaru juga mendampingi para pelaku usaha dalam pengurusan legalitas dan perizinan usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). Langkah hilirisasi ini dirancang sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk menguatkan ekonomi kerakyatan, sehingga produk lokal dapat diserap oleh Koperasi Merah Putih maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG).


    Hendrik berharap ke depannya pihak kementerian tidak hanya memberikan pelatihan pengolahan hasil bumi, tetapi juga membekali warga dengan strategi pemasaran (marketing) agar jangkauan pasar bisa meluas hingga ke tingkat nasional. Ia juga berpesan kepada para peserta agar tidak berhenti setelah pelatihan selesai.


    "Harapan kami kepada penerima manfaat, jangan berhenti di sini. Teruslah berinovasi, perbanyak dan pasarkan produk yang sudah dibuat agar menjadi fondasi ekonomi yang kuat bagi keluarga dan kampung kita," pungkasnya.

    (Rev/Rusdi)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e