Kab. Ketapang __ Jembatan Gantung Dusun Sempurna, Kabupaten Ketapang, yang dibangun tahun 2025 segede Rp. 8,9 M dari tabungan APBN, kini kondisi fisiknya sudah sangat memprihatinkan. Bagian struktur beton jembatan mengalami keretakan yang serius.
Beberapa kalangan menuding Paket milik BPJN Kalbar garapan CV. Marta Kencana, pekerjaannya diluar spesifikasi tehnis. Banyak item material yang dikurangi sehingga struktur bawahnya agak lemot, tidak kokoh dan bisa ambruk.
" Isu yang berkembang, proyek basah kuyup ini sempat molor dan Disub kontrak kan ke pelaksana lain. Kalau pekerjaannya dibilang benar, tidak mungkin, baru setahun fisiknya sudah mengalami keretakan. Disinilah perlunya uji kelayakan, " tegas warga Ketapang yang juga anggota Lembaga Swadaya Masyarakat.
Ia meminta agar APH melakukan penyelidikan secara dalam, mulai dari tender, pemenang, pelaksana hingga realisasi pekerjaan dilapangan. Bila perlu hadirkan konsultan khusus, mengingat celah kolusi dan korupsi diproyek tersebut, menganga lebar.
Biasanya, sambung dia, struktur bawah jembatan yang betul itu, Tiang Bor Beton sebanyak 22 titik pekerjaan dengan diameter 600 mili meter. Kemudian Beton Struktur Fc 30 Mpa, pasangannya batu dan timbunan pilihan, fondasi cerucuk serta pemancangan baja tulangan sirip Bjts 420A. " Nah kira-kira tehnis ini terpenuhi atau tidak.
" Mestinya BPJN Kalbar, yang Kabalainya pernah ditolak Menteri PUPR untuk bersalaman, memikirkan keselamatan masyarakat. Mereka itu tiap hari melewati areal tersebut sebagai akses vital satu-satunya. Jangan cuma ngomongin pemasukan can tepi, " tanya dan singgungnya.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
