![]() |
| ungkapfakta.info |
Tulang Bawang Lampung — Aprilya Chantycha, putri yang kini tengah menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi, menyampaikan pandangan serta keprihatinannya atas keputusan ibundanya yang memilih meninggalkan suami. Keputusan tersebut, menurut Aprilya, bukan lahir dari dasar iman yang kuat, melainkan semata-mata karena rasa sayang dan keinginan agar rumah tua itu tetap ada yang menjaganya.
"Keputusan Ibu meninggalkan Bapak bukan karena ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, juga bukan karena mencari kebenaran. Semata-mata karena Ibu tidak tega membiarkan rumah tua itu sepi dan tidak ada yang menunggunya. Namun dalam hal itu, Ibu tidak berpikir dengan landasan iman. Kasih sayang pada bangunan dan tempat tinggal itu ternyata lebih berat daripada janji suci yang pernah diucapkan," ungkap Aprilia Santika, selaku narasumber dan anak kandung.
Lebih lanjut Aprilya menjelaskan, keputusan itu semakin diperkuat karena dukungan dari keluarga besar. "Ibu mendapat dukungan penuh dari kakak, adik, paman, hingga bibi. Semua itu justru mendorong Ibu untuk pergi, seakan-akan meninggalkan suami adalah jalan yang benar. Padahal seharusnya keluarga menjadi penasihat yang mengingatkan kembali kepada Allah, bukan justru mendorong perpisahan demi alasan duniawi semata," tambahnya.
Aprilya berharap, suatu hari nanti ibunda dapat berpikir jernih dan menyadari bahwa rumah dan bangunan bisa didirikan di mana saja, namun ikatan pernikahan yang diridhoi Allah adalah harta yang jauh lebih berharga. "Rumah tua bisa dijaga bersama, namun rumah tangga yang hancur karena bukan alasan yang hakiki, sulit untuk disatukan kembali. Semoga Ibu kelak menyadari bahwa yang seharusnya dijaga bukan hanya bangunan fisiknya, melainkan keberkahan di dalamnya," pesan Aprilia dengan penuh harap.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

