![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, LAMPUNG – Keluhan menyayat hati datang dari warga Kabupaten Tulang Bawang, Junaidi Romli atau akrab disapa Om Jun. Ia tak sekadar mengeluhkan kondisi jalan yang hancur lebur di kawasan Way Ghma ia terpaksa berhenti tepat di tengah lubang jalan yang menganga, hanya untuk berdoa agar selamat melintas.
Ini bukan sekadar kerusakan jalan. Ini adalah bukti nyata ketidakpedulian yang memalukan. Jalan raya yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan akses dasar warga Kabupaten Tulang Bawang, kini berubah menjadi jurang berbahaya yang tak pernah tersentuh perbaikan. Lubang-lubang dalam terbentang sepanjang jalan, membuat siapa pun yang melintas terancam bahaya, baik pejalan kaki, pengendara, maupun kendaraan roda empat.
Warga Harus Berdoa di Lubang Jalan, Pemerintah Dimana.Red
Sungguh pahit kenyataannya, warga harus memohon keselamatan kepada Tuhan di tengah jalan yang rusak, sementara pemimpin daerah duduk tenang di ruangan ber-AC, melaporkan kemajuan pembangunan yang entah ada di mana. Anggaran miliaran rupiah diklaim dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur Kabupaten Tulang Bawang setiap tahunnya, namun hasilnya nol besar. Lubang jalan tetap menganga, dan warga tetap harus menanggung risiko sendiri.
Apakah Pemkab Tulang Bawang baru akan bergerak jika sudah ada korban jiwa? Apakah suara tangisan dan keluhan warga tak cukup keras untuk menembus telinga pejabat? Atau dana perbaikan jalan justru habis untuk kepentingan pribadi, sementara rakyat dibiarkan berjuang sendiri di jalan yang mematikan.
Kami menuntut pertanggungjawaban secepatnya. Jangan biarkan doa warga di lubang jalan menjadi satu-satunya harapan keselamatan. Jalan rusak adalah aib nyata di Kabupaten Tulang Bawang yang tak bisa ditutup-tutupi, dan kelalaian ini adalah dosa besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat maupun hukum.
Pewarta: Yantoni
Sumber: Tim Investigasi Media Ungkap Fakta
.png)

.png)

