![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, LAMPUNG – Keluhan warga Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Junaidi Romli atau akrab disapa Om Jun, membelalakkan mata publik. Ia memohon kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk sekadar memperhatikan taman-taman kota yang seharusnya menjadi paru-paru dan kebanggaan warga.
Namun permohonan sederhana ini justru menampar wajah pengelola daerah. Bagaimana mungkin urusan taman kota yang mendasar, yang menyangkut kenyamanan dan keindahan umum, harus sampai dimohon-mohon seperti meminta sedekah?
Cabang Kering, Lampu Taman Islamik Padam. Warga Malu Sendiri
Dalam unggahannya, Om Jun bahkan mengaku malu sendiri melihat kondisi taman yang dibiarkan begitu saja. Cabang-cabang pohon kering tak dipangkas, rumput liar menjalar. Tak hanya itu, lampu penerangan di kawasan Taman Islamik pun banyak yang mati. Padahal tempat ini seharusnya senantiasa menyala terang, aman, dan terjaga keindahannya setiap saat bukan gelap gulita seolah tak bertuan.
Anggaran Dimana, Kewajiban Kemana?
Pemerintah kerap berpidato soal pembangunan berkelanjutan, soal kenyamanan warga, dan soal wajah daerah yang berkelas. Namun kenyataannya, taman di pusat kota Menggala saja tak sanggup dirawat, lampu yang seharusnya hidup justru dibiarkan mati. Apakah ini bukti nyata bahwa prioritas pengelola justru terbalik? Lebih sibuk memikirkan proyek yang menyita keuntungan pribadi, daripada urusan kecil yang langsung dirasakan rakyat?
Warga berhak bertanya, Sampai kapan kita harus malu dengan kota sendiri? Sampai kapan urusan yang seharusnya menjadi kewajiban pokok, harus menunggu warga mengeluh terlebih dahulu?
Kami menuntut Dinas Lingkungan Hidup dan Pemkab Tulang Bawang tak sekadar menjawab keluhan, tapi segera bertindak nyata. Jangan biarkan kota Menggala terlihat miskin perhatian, sementara anggaran terus habis tak berbekas.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

