![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG — Andika Fortuba, Ketua DPP LSM Fortuba, menegaskan secara terbuka dan tegas adanya kerjasama diam-diam di kalangan pimpinan tertinggi Kabupaten Tulang Bawang untuk melindungi Direktur SPBU milik BUMD, Novi Marzani, dari proses hukum yang seharusnya dijalankan. Bukan satu orang saja, melainkan gabungan kekuasaan tertinggi di daerah ini yang bersatu membiarkan dugaan kesalahan dibiarkan begitu saja tanpa pemeriksaan yang layak.
Secara gamblang Andika Fortuba menyebutkan siapa saja yang diduga berdiri di belakang perlindungan tersebut, Bupati Qudrotul Ihwar, Wakil Bupati Hankam Hasan, dan Sekretaris Daerah Ferli. Ketiganya memegang kunci pengawasan tertinggi atas aset dan pengelolaan BUMD di daerah ini.
Jika dugaan penyimpangan terjadi dan tidak ada langkah perbaikan sama sekali selama satu tahun penuh, maka pertanyaannya sangat sederhana, apakah mereka tidak tahu, atau sengaja tidak mau tahu. Red
Jika tidak tahu, berarti mereka tidak menjalankan tugas pengawasan yang diamanatkan rakyat. Jika tahu namun diam, berarti sengaja melindungi seseorang di atas kepentingan umum. Dua-duanya sama-sama tidak dapat dibenarkan. SPBU milik BUMD adalah harta bersama seluruh warga Tulang Bawang, bukan milik pribadi yang dapat dikelola sesuka hati dan dilindungi siapa pun yang berkuasa.
Mengapa satu tahun berlalu tanpa kejelasan? Mengapa tidak ada klarifikasi resmi? Mengapa tidak ada pemeriksaan yang terbuka untuk dilihat publik? Jawabannya semakin terang, ada payung perlindungan yang terbentang luas, payung yang dipegang oleh tangan-tangan yang sama yang seharusnya menjaga keadilan, bukan menutupi kesalahan.
Novi Marzani tidak berdiri sendirian. Ia tetap di posisinya, tetap mengelola aset daerah, tetap tidak tersentuh, karena ada kekuatan di atasnya yang memastikan hal itu terjadi. Kekuatan itulah yang kini harus dipertanyakan. Kekuasaan bukan tameng untuk melindungi siapa pun yang diduga merugikan keuangan daerah. Jabatan bukan hak istimewa untuk menutupi kebenaran. Terang Andika
Andika Fortuba menegaskan, Saya tidak takut menyebut nama mereka. Rakyat berhak tahu siapa yang melindungi siapa. Jika tidak ada yang salah, mengapa semua bersatu membungkam? Jika pengelolaan benar, mengapa tidak dibuka untuk diperiksa bersama? Kebenaran tidak akan takut pada siapa pun, dan kami tidak akan berhenti sampai semuanya terungkap.
Masyarakat Tulang Bawang tidak akan diam selamanya. Satu orang menyebut nama, maka ribuan mata akan melihat ke arah itu. Siapa yang berdiri di belakang Novi Marzani, siapa yang menutup mata, siapa yang memperpanjang ketidakjelasan semua akan terungkap. Tidak ada kekuasaan yang abadi, tidak ada perlindungan yang mampu menutupi kebenaran selamanya.
Saatnya semua pihak yang disebut memberikan penjelasan terbuka kepada rakyat. Bukan diam, bukan menyembunyikan, bukan melindungi. Jawablah kepada publik, karena kami yang menempatkan kalian di sana, berhak mengetahui kebenaran. Pungkas Andika
Pewarta: Yantoni
Tanggal: 19 September 2026
.png)

.png)

