• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Darsi Octavianty Tuntut Penarikan Berita, Keluarga Menolak Bukti Nyata Tekanan dari Lingkaran Makmun Serbaguna yang Membuat Orang Takut Bersuara...

    Minggu, 06 September 2026, September 06, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T11:35:45Z
    masukkan script iklan disini



    ungkapfakta.info


     

    TULANG BAWANG — Percakapan tertulis yang terekam jelas membongkar fakta mencengangkan, Darsi Octavianty yang sebelumnya menyampaikan fakta secara terbuka dan sukarela, kini menuntut penarikan berita dengan alasan merasa tidak diizinkan sebelum dimuat, dan menyatakan keluarga besarnya tidak menerima pemberitaan tersebut. 


    Padahal di awal, dialah yang memberikan keterangan secara langsung dan tanpa paksaan. Perubahan sikap yang drastis ini bukan kebetulan ini adalah bukti kuat adanya tekanan, ancaman, atau intervensi dari pihak yang berkuasa, yang diduga kuat berasal dari lingkaran dekat Makmun Serbaguna.

     

    Dalam pesan yang dikirimkan, Darsi menegaskan, "Setidaknya kalau mau up berita itu izin dengan saya, bersedia atau tidak. Ini menyangkut nama saya, keluarga saya. Kredibilitas berita ini. Tolong di take down." Dan diakhiri dengan pernyataan yang memperkuat dugaan tekanan: "Keluarga besar saya tidak terima." Red

     

    Pertanyaan tajam pun muncul: mengapa tiba-tiba menuntut izin padahal dialah yang menjadi narasumber utama? Jika apa yang disampaikan sebelumnya itu benar dan tidak ada yang disembunyikan, mengapa harus takut namanya dimuat? Mengapa baru setelah berita tersebar luas dan diduga ditekan oleh pihak tertentu, ia baru menuntut penarikan dan melibatkan keluarga besar? Ini bukan sekadar soal prosedur ini adalah tanda bahwa ada pihak yang merasa terancam oleh kebenaran yang terungkap, lalu menggunakan Darsi dan keluarganya sebagai alat untuk membungkam pemberitaan.

     

    Pihak media telah menawarkan jalan yang paling etis dan transparan, "Bukan tektonik berita, kita ada kode etik, yang bisa kita fasilitasi hak jawab, nanti kita buatkan berita hak jawab." Namun tawaran itu seolah diabaikan. 


    Yang diminta bukan klarifikasi, bukan pembetulan, bukan hak jawab melainkan penghapusan total pemberitaan. Ini memperkuat dugaan bahwa yang diinginkan bukan keadilan, melainkan penghilangan jejak kebenaran. Jika berita itu keliru, mengapa tidak menggunakan hak jawab untuk meluruskan? Mengapa harus langsung menghapus? Karena selama berita itu ada, kebenaran tetap terbaca dan itulah yang paling ditakuti.

     

    Keluarga besar yang tiba-tiba "tidak terima" ini juga menjadi tanda tanya besar. Apakah keluarga besar itu benar-benar tidak terima, atau justru ada pihak yang memanfaatkan nama keluarga untuk menekan dan menuntut penarikan berita? Apakah ini taktik yang sering digunakan oleh Makmun Serbaguna menekan orang-orang di sekitarnya agar menarik keterangan, menuntut penarikan berita, dan membuat media seolah-olah yang bersalah?

     

    Jika Makmun Serbaguna merasa dirinya benar, ia tidak perlu menggunakan orang lain untuk menekan media. Ia cukup menyampaikan fakta dan bukti secara terbuka, menggunakan hak jawab, dan membiarkan publik menilai. Namun kenyataannya justru sebaliknya, narasumber ditarik, berita dituntut dihapus, keluarga dilibatkan semua ini bukan tanda seseorang yang berdiri di atas kebenaran. Ini adalah tanda seseorang yang berdiri di atas kebohongan dan berusaha menutupinya dengan segala cara, termasuk menekan orang lain.

     

    Kode etik jurnalistik memang menghormati hak jawab tetapi kode etik juga melindungi hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran. Menuntut penarikan berita tanpa alasan yang substansial, hanya karena merasa terganggu, bukanlah perlindungan nama baik itu adalah upaya pembungkaman kebenaran yang tidak ingin diketahui publik.

     

    Pihak media tetap akan mempertahankan pemberitaan selama berita itu didukung fakta dan bukti. Kami tidak akan menekan siapa pun tetapi kami juga tidak akan membiarkan siapa pun menekan kami untuk menghapus kebenaran. 


    Jika ada yang ingin meluruskan, silakan gunakan hak jawab. Tetapi jika tujuannya hanya untuk membungkam ketahuilah satu hal, semakin keras kalian menekan, semakin terlihat bahwa kalian sedang berusaha menyembunyikan sesuatu yang sangat besar.


     

    Pewarta: Yantoni

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e