Korban Pencurian Justru Jadi Tersangka, Keluarga di Pancur Batu Mengadu Langsung ke Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo
JAKARTA — Ungkap Fakta (15/9/2026) — Kisah ironi kembali menimpa warga negara yang berusaha menegakkan kebenaran. Sebuah keluarga asal Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, yang menjadi korban pencurian toko ponsel, justru ditetapkan sebagai tersangka setelah berupaya menangkap pelaku atas arahan pihak kepolisian. Foto penyerahan surat pengaduan yang beredar di media sosial keasliannya belum dapat diverifikasi secara independen.
Tidak memiliki jalan lain, keluarga tersebut akhirnya menyampaikan surat terbuka langsung kepada Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, memohon perhatian dan keadilan.
Dalam surat yang disampaikan, keluarga menegaskan:
"Kami adalah korban pencurian di toko usaha kami. Dalam upaya menyelamatkan harta dan menangkap pelaku, kami justru diminta dan didampingi kepolisian. Namun yang terjadi, kami sendiri yang ditetapkan sebagai tersangka di Polrestabes Medan."
Keluarga menegaskan tidak meminta perlakuan istimewa — mereka hanya memohon agar perkara ditinjau secara objektif, melihat seluruh fakta dan bukti sejak awal kejadian.
"Kami tidak meminta keistimewaan. Kami hanya ingin proses hukum berjalan adil, transparan, dan profesional. Jika kami tidak terbukti bersalah, mohon tuduhan yang tidak sesuai kenyataan ini dihentikan. Kami hanya ingin kebenaran terungkap dan kami bisa hidup tenang."
Kini harapan keluarga tertumpu pada perhatian pihak Bhayangkari agar dapat menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak berwenang.
"Kami tidak memiliki kekuatan apa-apa selain doa, bukti, dan harapan bahwa masih ada jalan bagi kami untuk mendapatkan keadilan."
Kasus ini sempat viral setelah keluarga menemui langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026). Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Naek Simanjuntak saat itu juga hadir dan menyatakan akan menindaklanjuti serta berkoordinasi dengan Polrestabes Medan terkait perkara tersebut.
Kini masyarakat menanti: apakah keadilan benar-benar akan berpihak kepada korban, ataukah kisah "menangkap maling justru tersangka" terus berulang?
Jurnalis: Kul Indah
.png)
.png)

