SULSEL, Ungkapfakta.info -
Mitra SPPG Batupapan Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel) Loucie Christiana Mangontan, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada wali/orang tua murid dan tenaga pendidik.
Permintaan maaf itu muncul setelah Loucie sebelumnya mendapat sorotan karena mengaitkan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kondisi sebagian siswa.
Kini, ia mengakui pernyataan tersebut (lalu) tidak tepat. Loucie mengatakan ucapan itu terlontar karena dirinya panik ketika menghadapi kasus keracunan massal yang melibatkan ratusan siswa.
"Pernyataan sebelumnya adalah bentuk kepanikan kami," sebutnya kepada media ini, Rabu 16 September 2026.
Permintaan maaf tersebut disampaikan ketika SPPG Batupapan I mendapat sanksi penghentian operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat.
Operasional SPPG dibekukan selama berapa hari ke depan. Selama masa tersebut, distribusi paket MBG kepada ribuan penerima manfaat terhenti dan para relawan untuk sementara dirumahkan.
Aktivitas dapur SPPG juga tampak berhenti. Lokasi tersebut hanya dijaga oleh beberapa personel kepolisian.
Di tengah penolakan sejumlah wali/orangtua murid, Loucie mengaku pasrah. Meski demikian, ia berharap program MBG nantinya dapat kembali diterima masyarakat.
Ia juga menyatakan masa pembekuan akan digunakan untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas hingga komposisi makanan.
Salah satu evaluasi yang disorot adalah menu makanan. Loucie menyebut pihaknya akan mempertimbangkan penggunaan menu yang lebih sederhana dan berbasis makanan lokal.
"Yang menonjol jadi sorotan kan menunya. Jangan menu yang aneh-aneh, kiranya menu yang lokal saja," tegasnya.
Loucie turut memberikan penjelasan mengenai sorotan terkait tidak adanya stiker batas waktu konsumsi pada wadah makanan atau omprengan.
Menurut dia, belum terdapat aturan baku mengenai bentuk stiker yang memenuhi standar food grade sekaligus tidak merusak wadah ketika dibersihkan.
Pertemuan di Aula SMP Negeri I Makale yang di fasilitasi Yohanis Pakiding, Kepala UPT SMP Negeri 1 Makale karena melihat adanya itikad baik dari Mitra SPPG Batupapan 1 untuk menemui langsung orangtua siswanyang keracunan.
Kepala UPT menilai langkah tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Ega/Yustus

.png)
.png)


