Ungkapfakta. Garut — Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di Jawa Barat mendapat penekanan khusus dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto. Ia meminta program berjalan efektif, transparan, akuntabel, tertib, dan berintegritas.
Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMA, SMK, dan SLB Jawa Barat Tahun 2026 di Kantor Disdik Jabar, Bandung, 9 September 2026. Rakor tersebut diikuti 908 sekolah.
Purwanto menegaskan, revitalisasi merupakan bantuan pemerintah pusat yang harus dikelola dengan baik. Karena itu, pelaksanaan program tidak cukup hanya mengejar penyelesaian pembangunan fisik, tetapi harus memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting. Setiap risiko dalam pelaksanaan pembangunan diminta dimitigasi sejak awal, sedangkan prosesnya harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tegas Soal Integritas
Dalam arahannya, Purwanto meminta kepala sekolah dan panitia pelaksana berpegang pada pakta integritas. Ia juga menegaskan agar tidak memberikan komisi atau imbalan dalam bentuk apa pun kepada pihak yang terlibat dalam pelaksanaan revitalisasi.
Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang meminta sesuatu yang tidak diatur dalam ketentuan program.
Penekanan tersebut membuat aspek tata kelola menjadi bagian tak terpisahkan dari revitalisasi. Artinya, kualitas program tidak hanya dilihat dari hasil pembangunan, tetapi juga dari kepatuhan dan integritas selama proses pelaksanaannya.
Bangunan Harus Berdampak pada Pembelajaran
Purwanto juga menggarisbawahi bahwa fasilitas hasil revitalisasi harus memiliki relevansi dengan peningkatan mutu pembelajaran.
Jika sekolah sebelumnya tidak memiliki ruang praktik, misalnya, fasilitas yang dibangun diharapkan benar-benar dapat digunakan untuk pembelajaran praktik sehingga keterampilan siswa meningkat.
Aspek lingkungan turut menjadi perhatian. Disdik Jabar mendorong agar desain bangunan memanfaatkan pencahayaan dan sirkulasi udara alami, menggunakan bahan yang ramah lingkungan, serta mempertahankan ruang terbuka hijau.
Dengan demikian, revitalisasi 2026 diarahkan bukan hanya untuk memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Pesan yang disampaikan Purwanto menjadi jelas: bangun sesuai kebutuhan, kelola secara transparan, jaga integritas, dan pastikan hasil revitalisasi benar-benar kembali untuk kepentingan peserta didik.
Ungkapfakta Garut - Mengungkap Fakta, Mengawal Kebijakan Pendidikan
.png)

.png)

