Ungkapfakta (GARUT) — Suasana haru pecah di tengah acara pelepasan purna bhakti Ati Supriati, M.Pd., Kepala SMAN 4 Garut. Tepuk tangan dan ungkapan penghormatan mengiringi sebuah momentum penting ketika sosok yang selama ini berada di pucuk kepemimpinan sekolah tersebut menutup satu babak pengabdiannya.
Di hadapan keluarga besar SMAN 4 Garut, Ati Supriati menyampaikan pesan setelah menjalankan amanah sebagai kepala sekolah. Nada kebersamaan begitu terasa. Guru, tenaga kependidikan, komite, dan warga sekolah hadir dalam sebuah momentum yang bukan hanya menandai berakhirnya masa tugas, tetapi juga mengenang perjalanan yang telah dilalui bersama.
Momen tersebut menjadi semakin bermakna ketika perwakilan guru SMAN 4 Garut menyampaikan sambutan. Ucapan terima kasih dan penghargaan mengemuka sebagai bentuk apresiasi atas kebersamaan selama Ati Supriati menjalankan tugas kepemimpinan.
Berbagai pengalaman selama berada dalam satu lingkungan kerja menjadi bagian dari cerita yang sulit dipisahkan dari perjalanan sekolah. Ada kerja bersama, tantangan, arahan, serta dinamika yang mewarnai keseharian keluarga besar SMAN 4 Garut.
Suasana kemudian berlanjut dengan sambutan Ketua Komite SMAN 4 Garut. Penghormatan disampaikan atas pengabdian Ati Supriati, sekaligus harapan agar silaturahmi dan hubungan baik yang telah terjalin tetap terjaga meskipun masa tugas telah sampai pada penghujungnya.
Ketika giliran Ati Supriati menyampaikan sambutan, suasana kembali terasa berbeda.
Ati Supriati, M.Pd. menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMAN 4 Garut yang telah memberikan dukungan dan kebersamaan selama dirinya menjalankan amanah sebagai kepala sekolah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat perkataan, sikap, ataupun keputusan yang kurang berkenan.
Baginya, perjalanan tersebut bukan sekadar rangkaian tugas kedinasan. Ada pengalaman, kebersamaan, dan berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdian di dunia pendidikan.
Kini, satu fase telah ditutup.
Estafet kepemimpinan SMAN 4 Garut akan terus berjalan. Namun, momentum pelepasan itu meninggalkan satu pesan penting: jabatan boleh berakhir, tetapi jejak pengabdian tidak serta-merta hilang.
Ati Supriati menutup satu babak. SMAN 4 Garut membuka halaman berikutnya.
Dan di antara keduanya, tersimpan sebuah cerita tentang pengabdian yang akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sekolah.
Ungkapfakta (Garut) - Mengungkap Fakta, Menyuarakan Kebijakan Pendidikan
.png)

.png)