Pabuaran, ungkapfakta.info-
Sekolah Dasar (SD) Pabuaran terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Salah satu prioritas penggunaan anggaran tersebut adalah perbaikan fasilitas sanitasi, termasuk pemeliharaan dua ruang toilet (WC) yang diperuntukkan bagi siswa dan guru.
Kepala SD Pabuaran, Suherni, S.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan dana BOS difokuskan pada peningkatan fasilitas sanitasi guna menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
"Realisasi dana BOS ini kami titikberatkan pada perbaikan sanitasi, sesuai dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan. Apabila fasilitas sanitasi sekolah baik, tentunya para siswa akan merasa lebih aman, nyaman, dan betah berada di lingkungan sekolah," ujar Suherni.
Selain memperhatikan fasilitas sanitasi, pihak sekolah juga terus meningkatkan kedisiplinan dan kualitas kegiatan belajar mengajar. Menurut Suherni, pengawasan terhadap jam masuk dan pulang sekolah menjadi perhatian penting, terutama karena lokasi SD Pabuaran berada di dekat jalan raya.
"Kami selalu mengutamakan keamanan dan kenyamanan siswa, khususnya saat masuk dan pulang sekolah. Hal ini menjadi perhatian karena lokasi sekolah cukup dekat dengan jalan raya," jelasnya.
Lebih lanjut, Suherni berharap SD Pabuaran dapat terus meningkatkan prestasi siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, termasuk melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Ia juga menargetkan agar pada 2027 mendatang, SD Pabuaran mampu menunjukkan kemajuan yang lebih baik dalam pengelolaan pendidikan dan pemanfaatan dana BOS.
"Mudah-mudahan pada tahun 2027 nanti sekolah kami dapat meraih penghargaan atas kemajuan dan pengelolaan dana BOS yang baik. Tentunya hal ini harus didukung dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa," ungkapnya.
Dalam mendukung proses pembelajaran, SD Pabuaran juga mulai memanfaatkan teknologi digital, salah satunya melalui penggunaan papan layar digital atau perangkat pembelajaran interaktif.
Menurut Suherni, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, keterampilan, serta kemampuan siswa dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi.
"Kami berharap ke depan sekolah dapat kembali memperoleh bantuan papan layar digital, khususnya untuk kelas-kelas tinggi. Dengan adanya fasilitas tersebut, siswa diharapkan semakin kreatif dan mampu mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun masih berada pada jenjang pendidikan dasar, para siswa sudah menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam mengenal dan memanfaatkan teknologi digital.
Sementara itu, Nasrim, selaku Operator Sekolah (OPS) yang telah mengabdi di SD Pabuaran sejak 2017, turut memberikan penjelasan mengenai kondisi fasilitas sanitasi sekolah.
Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi untuk menunjang kebersihan dan kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.
"Sanitasi merupakan kebutuhan dasar anak-anak di sekolah. Sebelumnya, sumber air yang digunakan berasal dari sumur bor lama dengan bantuan mesin pompa air. Namun, kondisi lubang sumur bor tersebut mengalami kerusakan atau runtuh sehingga tidak dapat digunakan secara optimal," jelas Nasrim.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak sekolah melakukan pengeboran sumber air baru sekaligus menyediakan mesin pompa air guna memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi.
(Kabiro Surya)
.png)



.png)