![]() |
| Foto parit terbuka |
DELISERDANG (SUMUT)
Ungkapfakta.info- Puluhan warga dan pelaku usaha di sepanjang Jalan Kebun Kopi, Desa Marendal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, melayangkan surat keberatan resmi kepada pemerintah daerah dan pihak kontraktor. Protes keras ini dipicu pelaksanaan proyek pemasangan saluran drainase (U-ditch/box culvert) yang dinilai tidak merata dan berpotensi membahayakan masyarakat.
Pengerjaan Dinilai Tebang Pilih & Berbahaya
Warga menilai pengerjaan terkesan diskriminatif:
Beberapa titik di depan ruko tertentu sudah terpasang rapi
Di depan toko dan tempat usaha warga lainnya, parit dibiarkan terbuka menganga tanpa penutup dan tanpa alasan teknis yang jelas
Kondisi ini sangat membahayakan pejalan kaki, terutama saat malam hari atau saat hujan turun. Akses pembeli pun terhambat, sehingga warga sulit berjualan dan omzet menurun drastis.
"Kondisi parit yang dibiarkan terbuka ini sangat mengganggu akses masuk pembeli, sehingga omzet pendapatan kami turun drastis. Selain merugikan secara ekonomi, lubang drainase yang menganga ini juga menciptakan risiko keselamatan yang tinggi bagi pejalan kaki dan pelanggan," ungkap perwakilan pelaku usaha.
Surat Keberatan Resmi Disampaikan
Setidaknya 16 pemilik toko dan pelaku UMKM telah menandatangani dukungan atas surat keberatan tertanggal 14 Oktober 2026. Surat telah diserahkan ke Kantor Kepala Desa Marendal I, dan akan disampaikan pula kepada:
1.Bupati Deli Serdang
2.Kepala Dinas PUPR / SDABMBK Kabupaten Deli Serdang
3.Camat Patumbak
Proyek ini bagian dari Paket Peningkatan Ruas Jalan Marendal 1 – Jl. Kesehatan (Deli Tua), dengan pagu anggaran Rp3.845.000.000. Pekerjaan drainase tercantum sebagai bagian utama kontrak yang wajib diselesaikan.
Tuntutan Warga
Segera pasang penutup sementara di lubang yang terbuka demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga
Selesaikan pekerjaan secara menyeluruh dan merata — tanpa diskriminasi
Jelaskan secara terbuka mengapa sebagian titik dikerjakan lebih dulu sementara yang lain dibiarkan terbuka
Belum Ada Tanggapan — Warga Meminta Dinas PU Segera Merespon
Hingga berita ini diturunkan, Kadis SDABMBK Suparno, Sekdis Agus Salim, dan Kepala Desa Marendal I Indarto, belum memberikan tanggapan. Warga berharap Dinas PU segera merespon dan bertindak, sebelum terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan.
"Kami warga memohon agar Dinas PU segera merespon. Tanpa penutup sementara, kami sulit berjualan dan warga terancam bahaya setiap hari."
Awak media akan terus memantau perkembangan dan tanggapan pihak berwenang.
(Kabiro Ungkapfakta.)
.png)

.png)

