• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    BREAKING NEWS
    Memuat berita terbaru Ungkap Fakta...
    Skor, hasil dan jadwal sepak bola
    Menghubungkan ke data pertandingan...
    Sumber data: API-Football

    Iklan

    Kabut Asap Selimuti Kota Palembang, Warga Dihimbau Menggunakan Masker Agar Tidak Terserang ISPA ..

    Kamis, 22 Oktober 2026, Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T01:48:49Z
    masukkan script iklan disini







    Ungkapfakta.info--Palembang (22/10/2026).  Kabut Asap Selimuti Kota Palembang, Warga Diimbau Menggunakan Masker agarbtidak.terserang ISPA ( Infeksi Pernapasan Akut).
    pada Kamis (22/10). Kondisi yang terjadi sejak pagi hari mengganggu aktivitas masyarakat setempat yang menyebabkan jarak pandang kendaraan begitu dekat untuk mencegah terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor di himbau untyk.menghidupkan lampu utama di saat berkendara.

    Di tengah upaya penanganan intensifikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, kabut asap masih dirasakan warga. Situasi ini terjadi di Kota Palembang pada Kamis ,  Sehari sebelumnya ratusan titik panas atau hot spot terpantau di wilayah kota Palembang.

    Pada hari ini, asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tampak membuat Kota Palembang sejak pagi hingga sore. Kondisi asap pekat membuat masyarakat tidak nyaman dalam beraktivitas. Tampak masyarakat kota menggunakan masker ketika berlalu lintas. Namun, ada juga warga yang tidak menggunakannya saat beraktivitas di luar ruang. Kualitas udara perlu diperhatikan karena sejumlah wilayah terpantau dalam kategori berbahaya. 

    Selain berdampak pada aktivitas warga, kabut asap membuat jadwal penerbangan menuju bandara Palembang tertunda karena jarak pandang yang minim. Bahkan jarak pandang hari ini tercatat sempat mengalami penurunan hingga 400 meter. Sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II mengalami tertunda demi alasan keamanan dan keselamatan. Pada hari Rabu (21/10), tiga penerbangan sipil terganggu jadwal keberangkatan dan kedatangannya.

    Berdasarkan data Rabu, 21 Oktober 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 354 titik panas terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sedangkan titik api atau titik api sebanyak 92 titik yang masih membakar lahan seluas 390,61 hektare. 
    Penanganan Intensif

    Pada Rabu kemarin (21/10) penanganan karhutla terus diupayakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Udara. Prioritas penanganan terfokus pada beberapa wilayah. Berdasarkan patroli dari Satgas Udara, wilayah terpantau yaitu Ogan Komering Ilir dengan 7 titik api yang membakar lahan seluas 56 hektare. 

    Prioritas lain, yaitu di Musi Banyuasin 1 titik api membakar luasan lahan 10 hektare. Di Muara Enim, terdapat 1 titik api yang membakar lahan 15 hektar dan Ogan Komering Ulu dengan 1 titik api dan luas lahan terbakar 1 hektar. 

    Data per 20 Oktober 2026, lahan seluas 319,41 hektare berhasil dipadamkan Satgas Darat dan Udara. Pemadaman Satgas Darat mencapai luas 298,41 hektar dan Satgas Udara 21 hektar. Sedangkan sisa lahan yang terbakar, sekitar 71,20 hektare diupayakan pemadaman pada hari ini. 

    Operasi modifikasi cuaca belum dilakukan karena tidak ada kondisi potensi pertumbuhan awan hujan. 

    Sementara itu, dalam waktu 24 jam, titik panas terpantau satelit NOAA20 dengan tingkat kepercayaan tinggi sebanyak 49 titik. Jumlah hot spot terbanyak ada di Ogan Komering Ilir dengan 45 titik, sedangkan di Muara Enim 4 titik. Berdasarkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan pada kategori sangat mudah terbakar. 

    Menyikapi kondisi asap yang masih menyelamatkan wilayah Sumatera Selatan, BNPB mengimbau warga untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Di sisi lain, warga juga diharapkan untuk selalu berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang yang kurang.
    Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali pekat menyelimuti Kota Palembang. Jarak pandang menurun hingga 700 meter, kualitas udara masuk kategori berbahaya, dan IQAir Palembang mencatat tingkat polusi tinggi yang berdampak buruk pada kesehatan warga.

    Kondisi Terkini

    • Jarak Pandang: Menurun drastis hingga sekitar 700 meter pada pagi hari, menyulitkan pengendara di jalan raya.
    • Kualitas Udara: Berada pada level berbahaya akibat partikel halus PM2.5 dari karhutla di wilayah sekitar seperti OKI, Ogan Ilir, dan Banyuasin.
    • Dampak Aktivitas: Sejumlah sekolah sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring), dan warga mengeluhkan mata perih serta sesak napas.

    Penanganan Pemerintah

    • Penyemaian Dry Ice: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama instansi terkait melakukan operasi penyemaian es kering (dry ice) sebanyak 1,6 ton per hari untuk memecah lapisan panas dan mengurai asap.

    • Pemadaman Darat dan Udara: Satgas Karhutla terus menerjunkan tim pemadaman darat serta water bombing di titik-titik api utama, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

    Imbauan untuk Warga

    • Gunakan masker standar (seperti KN95 atau masker medis) saat beraktivitas di luar ruangan.
    • Kurangi aktivitas luar rumah yang tidak mendesak, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
    • Nyalakan lampu kendaraan saat berkendara di pagi hari demi keamanan jarak pandang.
    ( Andra Alfafa)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e