Tulang Bawang Barat Lampung
SMPN 23 Tulang Bawang Barat di tahun 2026 ini mendapatkan Proyek Revitalisasi guna untuk meningkatkan akses pelayanan pendidikan sarana prasarana belajar yang aman nyaman dan ramah lingkungan, namun sangat di sayangkan proyek tersebut diduga di bangun tidak sesuai spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan pembangunan.
Hasil telusur tim media di lapangan, menemukan adanya dugaan kejanggalan dalam Revitalisasi tersebut, banyak di temukan baja ringan yang sudah berkarat dan sudah tidak layak pakai (Gambar Vidio Ada Dalam Media Ini) tidak di ganti langsung di tutup oleh flavon, keramik lantai pun hanya di tambal sulam padahal Dana yang di kucurkan sangat fantastis mencapai Rp. 1.553.932.000.
Menurut salah satu keterangan dari tukang tersebut semua pemasangan flavon dan baja ringan di kondisikan oleh Dinas terkait, kuat dugaan muncul P2SP dan Kepala Sekolah SMPN 23 Tulang Bawang Barat tidak bisa di temui muncul ketika ada dugaan penyimpangan seperti adanya indikasi KKN.
Warga sekitar mengeluhkan adanya indikasi KKN, sebut (J) 40 tahun warga Tiyuh Indraloka 2 Kecamatan Way Kenanga menyampaikan, inimah cuma di jadikan aji mumpung mas, dengan anggaran segitu banyaknya baja ringan saja tidak di ganti keramik lantai hanya di tambal sulam kuat dugaan semuanya sudah di kondisikan oleh oknum-oknum tertentu apakah mungkin Revitalisasi sekolah tersebut kwalitas nya dapat bertahan lama" Ujar narasumber yang dapat di percaya.
Atas temuan Tim Media di lapangan, meminta kepada Polda Lampung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Lampung Audit di setiap Sekolah yang mendapatkan Proyek Program Revitalisasi Kementerian Pendidikan Sekolah Yang Ada di Tulang Bawang Barat, hingga berita ini ditulis dan di terbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.
.png)

.png)