Serang, ungkapfakta.info-
Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti acara pelepasan purna tugas salah satu guru SDN Serdang, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Acara tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian Lina Herlina, S.Pd.I., yang telah mendedikasikan sekitar 20 tahun hidupnya untuk dunia pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh siswa-siswi SDN Serdang serta dihadiri kepala sekolah, dewan guru, dan para wali murid.
Dalam wawancara bersama awak media, Lina Herlina menceritakan perjalanan panjang kariernya sebagai tenaga pendidik, mulai dari guru honorer hingga diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Saya mengabdi menjadi guru kurang lebih 20 tahun. Awalnya sebagai guru honorer di SDN Blokang, kemudian mengikuti program GBS angkatan pertama selama tiga tahun. Setelah itu, saya mengikuti tes CPNS dan alhamdulillah dinyatakan lulus," ungkap Lina.
Ia menjelaskan, setelah dinyatakan lulus seleksi CPNS, dirinya mendapatkan surat keputusan (SK) penugasan di SDN Banter dan resmi diangkat menjadi PNS pada tahun 2006, bersamaan dengan Kepala SDN Serdang, Jawari, S.Pd.
Selama menjalankan tugas, Lina mengabdi di SDN Banter selama kurang lebih 16 tahun sebelum akhirnya dimutasi ke SDN Serdang, tempat dirinya bertugas selama empat tahun terakhir.
"Sebelumnya, ketika masih di SDN Blokang, saya mengajar sebagai guru kelas. Namun, setelah diangkat menjadi PNS, saya dipercaya menjadi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Saya mengajar mulai dari kelas I hingga kelas VI," jelasnya.
Selama menjalani profesi sebagai guru, Lina mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga, baik dalam menghadapi berbagai karakter siswa maupun menjalin hubungan dengan sesama tenaga pendidik.
Menurutnya, salah satu kebahagiaan terbesar menjadi seorang guru adalah ketika bertemu kembali dengan mantan siswa yang masih mengenali dan mengingat jasa gurunya.
"Alhamdulillah, banyak teman dan murid yang sudah lama tidak bertemu akhirnya bisa bertemu kembali. Mereka masih ingat kepada saya. Bahkan, ada salah satu guru di SDN Serdang yang dulunya merupakan murid saya dan sekarang sudah berkeluarga serta memiliki seorang anak. Itu menjadi kebahagiaan dan keberkahan tersendiri bagi saya," tuturnya.
Meski demikian, Lina tidak menampik bahwa perjalanan sebagai pendidik juga diwarnai berbagai tantangan.
"Menjadi guru tentu banyak suka dan dukanya. Banyak cobaan yang membutuhkan kesabaran, terutama ketika menghadapi anak-anak dengan karakter yang berbeda-beda. Namun, semua itu menjadi bagian dari pengabdian seorang guru," ujarnya.
Menjelang masa purna tugasnya pada 1 November 2026, Lina menyampaikan harapan agar SDN Serdang terus berkembang dan mampu mencetak generasi yang berprestasi serta berakhlak mulia.
"Mudah-mudahan sekolah ini semakin maju, kondisinya semakin baik, dan anak-anak yang saya tinggalkan menjadi pribadi yang lebih baik, saleh dan salehah, serta sukses di masa depan," harapnya.
Sementara itu, Kepala SDN Serdang yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Jawari, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas Lina Herlina selama menjalankan tugas sebagai pendidik.
Menurut Jawari, Lina merupakan sosok guru yang mampu memberikan inspirasi bagi rekan-rekan sejawat, baik melalui tutur kata, sikap, maupun kebijaksanaannya dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan sekolah.
"Ibu Lina merupakan sosok yang patut diteladani. Beliau sangat menginspirasi kami, terutama dalam bertutur kata, bersikap, dan menyelesaikan berbagai persoalan di sekolah. Pengalaman serta kedewasaan beliau memberikan banyak pelajaran bagi kami," ungkap Jawari.
Ia mengibaratkan kehadiran Lina sebagai lentera yang memberikan penerangan dan motivasi bagi seluruh tenaga pendidik di SDN Serdang.
"Kami merasa memiliki sosok lentera di sekolah ini. Beliau sederhana, bijaksana, penuh kesabaran, dan selalu memberikan pandangan yang membuat kami lebih teliti serta dewasa dalam mengambil keputusan," tambahnya.
Jawari berharap, meskipun Lina segera memasuki masa pensiun, kualitas pendidikan, pembinaan karakter, dan berbagai program positif yang telah berjalan di SDN Serdang tetap dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
"Kami berharap pendidikan dan pembinaan karakter siswa tidak mengalami penurunan setelah Ibu Lina purna tugas. Mudah-mudahan nantinya ada guru PAI pengganti yang mampu melanjutkan program-program baik yang telah beliau jalankan," katanya.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian Lina selama bertugas.
"Atas nama keluarga besar SDN Serdang, saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Lina atas loyalitas, dedikasi, dan pengabdiannya selama ini. Semoga segala ilmu dan kebaikan yang telah diberikan menjadi amal ibadah," ucap Jawari.
Kesan mendalam juga disampaikan dua rekan sejawat Lina, yakni Ihat Sulastri, S.Pd., dan Maret Lavilani, yang mengaku telah menganggap Lina sebagai sosok orang tua sekaligus panutan di lingkungan sekolah.
Menurut keduanya, Lina dikenal sebagai pribadi yang sabar, sederhana, dan selalu terbuka dalam memberikan nasihat maupun solusi atas berbagai persoalan.
"Bagi kami, Ibu Lina sudah seperti orang tua sendiri. Beliau adalah panutan dan teladan, terutama dalam kesabaran, keseharian, serta cara mengajar. Bahkan, ketika menghadapi persoalan pribadi maupun masalah di sekolah, kami sering berbagi cerita dan meminta masukan kepada beliau," ungkap rekan sejawatnya.
Kepergian Lina dari dunia pendidikan formal tentu meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar SDN Serdang. Namun, keteladanan dan pengabdiannya diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi para guru dan peserta didik.
### SDN Serdang Diharapkan Mendapat Tambahan Guru PNS
Di balik suasana pelepasan purna tugas tersebut, terdapat pula persoalan kebutuhan tenaga pendidik berstatus PNS di SDN Serdang.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak sekolah, SDN Serdang memiliki sembilan personel, termasuk tenaga operator sekolah. Dari jumlah tersebut, hanya dua orang yang berstatus PNS, yakni Kepala Sekolah Jawari, S.Pd., dan Lina Herlina, S.Pd.I., yang akan memasuki masa pensiun.
Sementara itu, tenaga pendidik lainnya disebut berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian dinas pendidikan dan instansi terkait agar kebutuhan tenaga pendidik, khususnya guru Pendidikan Agama Islam, dapat terpenuhi setelah Lina memasuki masa purna tugas.
Penambahan dan pemerataan tenaga pendidik dinilai penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal serta menjaga kualitas pelayanan pendidikan bagi seluruh siswa.
(Kabiro Serang Surya)
.png)



.png)