Agam,Minggu 28/12/2025 - Pasca bencana di Salareh aia Palembayan tepatnya di aia tajun tidak saja meninggalkan sisa bebatuan, lumpur dan kayu yang hanyut oleh Galodo juga melumat sarana dan prasarana pendidikan baik PAUD, TK, SMP serta SMA dimana hingga tanggap darurat bencana berakhir aktifitas proses belajar mengajar belum berjalan.
Sesuai yang diungkapkan Miko yang berada di Jorong Simpang aia tajun sekitar 50 meter dari SMA yang saat ini hanya tinggal pondasi menjelaskan, hingga saat ini anak-anak kami belum lagi mengikuti proses belajar, dimana mereka akan belajar sekolah sudah rata dengan tanah, kami mengharapkan walau saat ini pemerintah fokus terhadap pemulihan, namun juga bisa menyentuh fasilitas pendidikan, karna ini menyangkut masa depan anak-anak kami," ujar dan harapan Miko yang kesehariannya sebagai petani.
masih di tempat yang sama Riza (45 ) masyarakat yang terdampak langsung mengutarakan tidak tau lagi dari mana kami harus memulainya, apakah rumah, jalan, tempat ibadah, maupun sekolah yang sudah tidak ada fasilitasnya, kami sangat berharap agar ada perhatian khusus terhadap sarana pendidikan, karena semuanya berpacu dengan waktu sudah hampir satu bulan lebih anak-anak belum bersekolah," ucapnya dengan nada lirih.
Nagari Salareh aia Palembayan merupakan titik kebencanaan yang terparah di Sumatera Barat, sehingga dampak yang ditimbulkan sangat dahsyat terhadap sarana dan prasarana.
Lain lagi yang diungkapkan salah satu warga yang terdampak ima 31 tahun, saat ini kami dan masyarakat juga membutuhkan kelengkapan sekolah, mulai dari baju, sepatu, tas, buku serta alat tulis, karena semuanya tidak bisa lagi digunakan, dan yang lebih tragis lagi kelengkapan sekolah hanyut bersama rumah, mana disitu semua kelengkapan administrasi keluarga yang akan kami mulai lagi untuk pengurusannya. Namun saat ini kami masih dalam pembenahan tempat tinggal atau berada di pengungsian,"terangnya.
Ujian Allah ini hampir merata di Jorong simpang aia tajun Nagari Salareh aia Palembayan Kabupaten Agam. Saat ini berpacu dengan kelelahan para relawan aparat TNI POLRI, BPBD dan masyarakat yang sudah sekian lama selalu membantu mengkondisikan pasca bencana yang menelan korban jiwa yang tidak sedikit,"imbuhnya.
Bagaimanapun pasca bencana yang dahsyat ini telah merenggut harapan putra putri Jorong simpang air terjun Nagari Salareh aia Palembayan untuk melanjutkan pendidikan baik dijenjang SD, SMP dan SMU, dimana saat ini akan memasuki kompetensi jenjang pendidikan,"pungkasnya.(Syd)
.png)
.png)
