Kalbar, Bengkayang : Satu lagi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) divonis masyarakat bermasalah. Setelah di Godang Damar, kini giliran Desa Papan Uduk Kecamatan Lembah Bawang Kabupaten Bengkayang.
" Proyek SPAM ini perencanaan dan kerjaannya amburadul dan tidak profesional. Fisik bangunannya juga memprihatinkan. Intake Rp 4 Miliar "Trial and Error". Fakta lapangan menunjukkan adanya kegagalan desain yang fatal, tegas penduduk setempat.
Dia mengatakan, bangunan jelas mubazir. Awalnya, intake dibangun di dataran rendah sehingga air tidak bisa mengalir. Karna salah perhitungan akhirnya dibongkar dan dipindahkan ke lokasi yang lebih tinggi berjarak sekitar 30 meter.
Meskipun sudah dipindah, sambungnya, intake tersebut tetap kering. Ini membuktikan bahwa sumber air yang dipilih memang sejak awal tidak layak untuk menyuplai kebutuhan dua desa, bahkan buat satu desa pun belum mencukupi.
" Kami menganggap kajian hidrologi proyek ini fiktip. Seharusnya proyek yang nilainya miliaran, kondisi fisiknya kuat dan kokoh. Namun yang ada sekarang justru lempeng. Kerjaannya asal jadi.
" Pondasi rapuh dan Berlumut. Secara global, proyek SPAM yang digarap CV. Batara Althar Jaya tidak mencerminkan kualitas maupun kwantitas atau diluar spesifikasi tehnis, " terangnya.
Kami berharap, lanjutnya, Kejaksaan maupun KPK terjun kelokasi melakukan croscek lapangan. Jangan dibiarkan, mengingat proyek tersebut banyak celah kolusi yang sangat merugikan negara.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
