TAPANULI TENGAH –Ungkap Fakta.Info) Kepala Sekolah SD Negeri 158460 Sialogo, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sorta Perak Sihotang, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian pemerintah pusat dalam penanganan dampak bencana di wilayah tersebut.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Danrem 023/Kawal Samudera Sibolga Kolonel Infanteri Iwan Budiarso, serta Komandan Batalyon TP 908/Gaja Dompak Kabupaten Dairi Letkol Candra jaya maulana, yang telah turun langsung membantu perbaikan jembatan yang sebelumnya terputus akibat bencana alam.
Menurut Sorta Perak Sihotang, keberadaan jembatan yang telah diperbaiki menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya siswa dan tenaga pendidik yang sempat kesulitan akses menuju sekolah, akibat rusaknya infrastruktur penghubung antara Desa Masundung dan Desa Sialogo.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian serta gerak cepat pemerintah dan TNI. Perbaikan jembatan ini sangat membantu aktivitas masyarakat dan anak-anak kami untuk kembali bersekolah dengan aman dan lancar,” ujarnya kepada awak media, Rabu (11/2/2026).
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, atas koordinasi dan komitmen dalam percepatan pemulihan pascabencana. Apresiasi turut diberikan kepada Camat Lumut, Rani Ramadhani, yang dinilai selalu hadir di lokasi terdampak guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.
Selain itu, peran Sekretaris Desa Masundung, Junisman Zai, serta Kepala Desa Sialogo, Yareti Waruwu, juga mendapat apresiasi karena sejak awal bencana menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan arahan pemerintah daerah hingga kondisi berangsur pulih.
Sorta mengisahkan, bencana yang melanda Tapanuli Tengah menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi masyarakat secara umum, tetapi juga bagi tenaga pendidik dan para siswa di SDN 158460 Sialogo. Rusaknya akses jalan dan jembatan memaksa guru, murid dan warga menempuh medan berat demi melanjutkan aktivitas, termasuk proses belajar mengajar.
Sejak bencana terjadi, kegiatan pembelajaran tidak berjalan mudah. Para guru harus berjalan kaki sejauh beberapa kilometer, melintasi jalan berlumpur dan menyeberangi sungai, demi memastikan anak-anak tetap memperoleh haknya atas pendidikan.
“Kondisi ini sungguh memprihatinkan. Namun demi pengabdian kepada nusa dan bangsa, kami tetap berupaya hadir di tengah-tengah anak didik kami,” ungkapnya.
Para siswa pun menunjukkan semangat luar biasa. Dengan seragam yang terkadang harus digulung agar tidak basah saat menyeberangi sungai, mereka tetap berusaha hadir di sekolah.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Dengan terbangunnya kembali jembatan ini, mereka tidak lagi mempertaruhkan keselamatan hanya untuk menuntut ilmu,” tambahnya.
Kisah ini menjadi potret nyata semangat pengabdian tenaga pendidik dan tekad para siswa di pelosok negeri yang tetap menyala, meski harus menghadapi medan berat demi cita-cita dan masa depan.
Perbaikan jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menggerakkan kembali roda perekonomian dan aktivitas pendidikan di kawasan terdampak. Berkat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan TNI, proses pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah kini berjalan secara bertahap,tutupnya.
(HG)
.png)

.png)
