• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Nyawa Melayang Akibat Armada Batubara dari Provinsi Jambi, GEMPITA Desak Tanggung Jawab

    Jumat, 24 April 2026, April 24, 2026 WIB Last Updated 2026-04-24T15:38:53Z
    masukkan script iklan disini




    Www.ungkapfakta.com MUBA- Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan armada angkutan batubara kembali terjadi di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan pada hari Rabu 15 April 2026 lalu.


    Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu orang korban jiwa dan menambah daftar panjang kecelakaan yang diduga melibatkan kendaraan angkutan batubara di jalan umum


    Peristiwa naas itu terjadi di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim), tepatnya di wilayah Kecamatan Tungkal Jaya. 


    Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan batubara jenis tronton yang berasal dari provinsi Jambi tersebut mengalami lakalantas, hingga menyebabkan pengguna roda dua meninggal dunia di tempat kejadian.


    Korban diketahui bernama Slamet Riyanto (44), warga Desa Bero Jaya Timur, Kecamatan Tungkal Jaya. Kematian korban sontak memicu keprihatinan masyarakat setempat yang selama ini mengeluhkan aktivitas armada batubara yang melintas di jalan umum.


    Ketua Lembaga Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba Mauzan alias Bonang angkat bicara terkait kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa kecelakaan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama para pengusaha armada batubara.


    "Kami mendesak para pengusaha angkutan batubara untuk bertanggung jawab atas kejadian ini. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat aktivitas angkutan yang tidak tertib,” ujarnya, Jumaat (24/04/26).


    GEMPITA Muba juga meminta pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk melakukan evaluasi terhadap izin operasional armada batubara yang melintas di jalan umum. 


    "Kami berharap kepada pemerintahan daerah Kabupaten Musi Banyuasin dan Sumatera Selatan terus mengawal proses hukum dan memberi keadilan bagi keluar korban yang di tinggalkan," ungkapnya.


    Selain itu, pihaknya menyoroti masih maraknya truk batubara yang beroperasi di luar aturan, baik dari segi jam operasional maupun kelayakan kendaraan.


    “Kami meminta agar ada penertiban serius. Jika perlu, hentikan sementara aktivitas angkutan batubara di jalan umum sampai ada solusi yang benar-benar menjamin keselamatan masyarakat,” tambahnya.


    Masyarakat luas berharap kejadian ini menjadi yang terakhir, dan pemerintah bersama pihak terkait dapat segera menghadirkan kebijakan yang berpihak pada keselamatan pengguna jalan.


    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e