• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Bantuan Rumah Tak Kunjung Datang Sejak 2012, Warga Dusun Sambaragi Pertanyakan Transparansi Desa

    Kelvin yansa
    Sabtu, 02 Mei 2026, Mei 02, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T17:37:17Z
    masukkan script iklan disini



     

    Parigi Moutong– Seorang warga asal Dusun 1 Sambaragi, Desa Tomini, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, menyampaikan keluhannya kepada tim media *Ungkap Fakta* terkait bantuan rumah yang hingga kini belum pernah ia terima sejak pertama kali didata pada tahun 2012.

    Dalam keterangannya melalui akun Facebook, warga yang saat ini bekerja di Kota Palu itu mengungkapkan kesedihannya karena bantuan rumah yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi, bahkan hingga terjadi beberapa kali pergantian kepala desa.

    Ia menceritakan bahwa sejak ayahnya masih hidup, keluarganya sudah beberapa kali mengikuti rapat desa dan didata oleh aparat setempat sebagai calon penerima bantuan rumah. Namun, hingga ayahnya meninggal dunia, bantuan tersebut tak pernah datang.

    “Kami sudah sering dipanggil rapat di desa untuk bantuan rumah sejak tahun 2012, tapi sampai sekarang belum juga ada. Bahkan sudah beberapa kali pergantian kepala desa, tetap tidak ada kejelasan,” ungkapnya.


    Kondisi tempat tinggal keluarganya saat ini pun sangat memprihatinkan. Rumah yang ditempati ibunya merupakan peninggalan almarhumah nenek mereka, dan kini dihuni oleh empat kepala keluarga (4 KK). Atap rumah tersebut sudah banyak yang bocor sehingga air hujan kerap masuk ke dalam rumah, sementara dinding yang terbuat dari kayu sebagian besar sudah lapuk dan mulai hancur.

    Selain persoalan bantuan rumah, ia juga menyoroti ketidaksesuaian dalam penyaluran bantuan sosial lainnya. Ibunya yang merupakan lansia disebut hanya menerima bantuan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), namun tidak mendapatkan bantuan PKH lansia, meskipun aktif mengikuti kegiatan posyandu lansia di dusun tersebut.


    “Orang tua saya hanya dapat BPNT. Padahal dia lansia dan sering ikut posyandu, tapi tidak dapat PKH. Sementara ada yang kondisi ekonominya lebih baik justru dapat dua bantuan sekaligus,” tambahnya.

    Ia juga mengaku sempat kembali mengajukan berkas pada tahun 2022 atas arahan dari pihak desa. Namun, hingga kini tidak ada kejelasan terkait nasib berkas tersebut.

    Menurutnya, kondisi ini menimbulkan dugaan adanya ketidakadilan dalam proses pendataan dan penyaluran bantuan, bahkan terkesan pilih kasih.

    “Masyarakat berharap ada perhatian serius dari pemerintah desa maupun instansi terkait agar bantuan bisa tepat sasaran dan transparan,” ujarnya.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Tomini terkait keluhan tersebut.



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e