Parigi Moutong – Muncul dugaan penyalahgunaan foto (voto) jurnalis milik media Ungkap Fakta yang digunakan tanpa izin dalam pemberitaan terkait Wakil Bupati Parigi Moutong. Selain itu, beredar informasi adanya oknum yang diduga meminta sejumlah uang kepada pihak terkait dengan alasan penghapusan atau takedown berita.
Pihak media Ungkap Fakta menegaskan bahwa perlu ada pelurusan informasi mengenai pemberitaan berjudul “Wabup Parigi Moutong Disorot, Janji Pengembalian Hutang Rp250 Juta Dinilai Berbelit-belit”. Menurut penjelasan yang diterima media, nilai dana yang sebenarnya bukan Rp250 juta, melainkan Rp225 juta.
Dana tersebut disebut bukan hutang pribadi, melainkan dana talangan yang digunakan untuk mendukung pembangunan rumah kampung nelayan demi menjaga kelancaran pembangunan dan percepatan proyek strategis nasional di wilayah tersebut. Dalam prosesnya, Wakil Bupati Parigi Moutong disebut berinisiatif mencarikan solusi melalui dana talangan yang dipinjam dari salah satu tokoh masyarakat Bolano, yakni H. Umar, dengan kesepakatan pengembalian pada 21 April 2026.
Namun demikian, pembayaran disebut telah diselesaikan tepatnya pada 11 Mei 2026.
Sebelum pelunasan dilakukan, muncul dugaan adanya oknum yang menyalahgunakan foto atau identitas media untuk meminta uang kepada Kepala Dinas Perikanan dengan dalih penghapusan berita atau takedown pemberitaan. Nilai yang disebut-sebut diminta mencapai sekitar Rp30 juta. Bahkan, oknum tersebut juga diduga sempat melontarkan kata-kata kasar kepada Kepala Dinas Perikanan.
Permasalahan lain juga muncul terkait penggunaan foto tanpa izin yang dikaitkan dengan media Sambar.id. Namun, menurut keterangan pihak Ungkap Fakta, media tersebut telah melakukan konfirmasi melalui Ibu Idha dari media Ungkap Fakta dan telah memberikan klarifikasi serta meluruskan persoalan penggunaan foto tersebut.
Kini, kembali muncul persoalan baru terkait dugaan adanya pihak yang meminta uang sebesar Rp30 juta kepada Kepala Dinas Perikanan untuk penghapusan berita tanpa sepengetahuan pemilik asli artikel maupun foto yang digunakan.
Pihak media Ungkap Fakta berharap masyarakat lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan media atau jurnalis demi kepentingan pribadi. Selain itu, media juga menegaskan pentingnya menghormati karya jurnalistik serta menjaga etika dalam penggunaan foto maupun pemberitaan.

.png)

.png)

