Serang, ungkapfakta.info-
Ajang kompetisi sepak bola Persidura Cup 1 yang digelar Persatuan Pemuda Undar Andir di Desa Undar Andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, berlangsung meriah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Turnamen tahunan tersebut turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Kragilan serta sejumlah kepala desa di wilayah Kecamatan Kragilan. Kompetisi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus adu kemampuan para pemain muda dari Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.
Dalam laga perempat final, Persedo menghadapi Kragilan FC. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua tim saling jual beli serangan, namun hingga babak pertama berakhir, skor masih imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, Kragilan FC berhasil memanfaatkan sejumlah peluang dan akhirnya mencetak tiga gol. Persedo harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor akhir 3-0.
Pertandingan sempat terganggu setelah salah satu pemain Persedo dan pemain Kragilan FC mengalami benturan kepala dan harus mendapat penanganan akibat cedera. Insiden tersebut sempat memengaruhi konsentrasi pemain di lapangan.
Laga juga diwarnai sejumlah kartu kuning akibat pertandingan yang berlangsung dengan tensi cukup tinggi. Memasuki babak perempat final, kedua tim juga diperkuat sejumlah pemain dari luar daerah, di antaranya dari Bogor dan Pandeglang.
Manajer Persedo, Kepala Desa Domas Ukon Hidayat, mengaku tetap puas dengan perjuangan anak asuhnya meski harus menerima kekalahan.
“Pertandingan ini sangat seru. Walaupun akhirnya Persedo harus mengakui kekalahan dengan skor 3-0, saya sangat puas dengan perjuangan tim,” ujarnya.
Ia mengatakan, hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Persedo untuk melakukan pembenahan agar dapat tampil lebih baik pada pertandingan dan kompetisi berikutnya.
“Kami akan berbenah lagi agar tim Persedo bisa meraih kemenangan ke depannya. Kegagalan adalah sukses yang tertunda,” katanya.
Di sisi lain, keberadaan turnamen tersebut turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan pedagang di sekitar lapangan. Sejumlah pedagang mengaku mendapatkan peningkatan pemasukan selama pertandingan berlangsung karena banyaknya penonton dan pendukung yang hadir.
Sementara itu, suasana haru terlihat di ruang ganti Persedo setelah tim mereka gagal melaju ke babak berikutnya. Sejumlah pemain dan pendukung tampak terdiam dan sedih menerima hasil pertandingan.
Turnamen Persidura Cup 1 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan olahraga, membangun mental, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat hubungan antarpemuda.
(Surya)

.png)
.png)
