Indonesia adalah negara hukum, bukan negara kekuasaan. Kedaulatan berada di tangan rakyat sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu, setiap pemimpin wajib menjalankan amanah konstitusi dengan menjunjung tinggi keadilan, kepastian hukum, dan persamaan setiap warga negara di hadapan hukum.
Saya, Budi Rizkiyanto, mengajak seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, untuk menggunakan hak konstitusional secara damai, bermartabat, dan sesuai ketentuan hukum guna menyampaikan aspirasi kepada para penyelenggara negara.
Apabila seorang pemimpin dinilai telah gagal menjalankan amanat konstitusi, khususnya dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, bebas dari intervensi, serta tidak mampu menghadirkan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum, maka sudah sepatutnya yang bersangkutan melakukan evaluasi secara jujur dan, apabila memang tidak lagi mampu menjalankan amanah tersebut, mempertimbangkan untuk mengundurkan diri secara legowo sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada rakyat.
Negara ini tidak lahir dari kemewahan kekuasaan. Negara ini lahir dari tetesan air mata para ibu, pengorbanan para pejuang, dan tumpah darah para pahlawan yang mengorbankan jiwa demi tegaknya kemerdekaan dan keadilan. Amanah itu tidak boleh dikhianati oleh praktik penyalahgunaan kekuasaan ataupun penegakan hukum yang tidak berpihak kepada keadilan.
Rakyat tidak menghendaki pemimpin yang hanya kuat dalam pidato, tetapi lemah dalam keberanian menegakkan hukum. Rakyat menginginkan pemimpin yang menjadikan konstitusi sebagai pedoman utama, bukan kepentingan politik atau golongan.
Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan bangsa, menghormati hukum, dan menyampaikan setiap aspirasi melalui cara-cara yang damai, konstitusional, serta bermartabat. Kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari hak demokratis warga negara dan harus disampaikan tanpa kekerasan.
Hidup rakyat Indonesia. Tegakkan konstitusi. Tegakkan keadilan. Selamatkan masa depan bangsa. "(Tim)
.png)

.png)
