Sanggau, jejakkriminal.net-
Perayaan Gawai Dayak Nosu Minu PODI XXII Kabupaten Sanggau resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, di Rumah Betang Dori Mpulor, Kabupaten Sanggau, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan budaya tahunan yang berlangsung pada 7–9 Juli 2026 tersebut merupakan wujud syukur masyarakat adat Dayak atas hasil panen dan berbagai berkat yang telah diterima dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, Gawai Dayak juga menjadi sarana pelestarian adat, budaya, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat, Paolus Hadi, S.IP., M.Si., dan Adrianus Asia Sidot, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Aloysius Agek, Bupati Sekadau Aron, S.P., Bupati Sanggau Yohanes Ontot yang diwakili, Wakil Bupati Landak Erani, S.T., perwakilan pemerintah daerah dari Kabupaten Sambas dan Mempawah, Ketua Umum DAD Provinsi Kalimantan Barat Thadeus Yus, unsur Forkopimda dan Forkopimcam, Wakapolres Sanggau, Dandim, Kejaksaan, para kepala OPD, camat, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai tamu undangan lainnya.
Turut hadir pula Uskup Keuskupan Sanggau Mgr. Valentinus Saeng, CP, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Hendrikus Hengki beserta anggota DPRD, perwakilan DPRD Kabupaten Sintang dan Sekadau, Raja Ulu Aik, serta sejumlah perwakilan konsulat dari negara tetangga.
Mengusung tema "Dayak Lestari dan Bermartabat", Gawai Dayak Nosu Minu PODI XXII menjadi momentum penting bagi masyarakat Dayak untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman modern.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan. Setelah acara seremonial, rombongan tamu undangan menuju Rumah Betang Dori Mpulor untuk mengikuti tradisi makan berami atau makan bersama sebagai simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur.
Selanjutnya, para tamu mengunjungi stan dari 15 kecamatan yang menampilkan berbagai kekayaan budaya, kuliner, kerajinan, serta potensi daerah masing-masing. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata keberagaman dan kekayaan budaya masyarakat Dayak yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat mengajak masyarakat Dayak untuk terus menjaga bahasa, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya yang menjadi identitas dan jati diri masyarakat Dayak.
Ia juga berpesan kepada generasi muda agar terus menempuh pendidikan setinggi mungkin sehingga mampu menjadi pelaku pembangunan di daerah sendiri dan tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya.
Perayaan Gawai Dayak Nosu Minu PODI XXII tahun 2026 dihadiri puluhan ribu masyarakat dari Kabupaten Sanggau maupun berbagai daerah lainnya di Kalimantan Barat. Antusiasme masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kecintaan terhadap budaya Dayak.
Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Diharapkan Gawai Dayak Nosu Minu PODI dapat terus berkembang sebagai agenda budaya yang memperkuat identitas masyarakat Dayak sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Kalimantan Barat.
Reporter: Alantitus Batuah
Kaperwil Kalimantan Barat
.png)
.png)
