Ngawi, ungkapfakta.info-
Pakan Menyikapi tren penurunan harga telur ayam petelur belakangan ini, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi bergerak cepat memberikan motivasi dan solusi konkret bagi para peternak lokal. Langkah ini diambil agar para peternak tidak terus-terusan merugi akibat tingginya biaya produksi.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (DPP) Kabupaten Ngawi, Eko Yudho Nurcahyo, menyampaikan modal terbesar dalam budidaya ayam petelur terletak pada sektor pakan. Guna menyiasati hal tersebut, pihaknya mengimbau para peternak untuk tidak bergantung sepenuhnya pada pakan pabrikan.
"Menyikapi harga telur dari ayam petelur yang semakin menurun ini, kita memang memberikan motivasi kepada peternak. Jadi kalau mau beternak, sifatnya ini kan menjadi modal itu sebetulnya kan pakan. Nah ini berusaha kita itu jangan semuanya itu pakan pabrikan," ujar Eko
Menurut Eko, struktur pakan ayam petelur sejatinya didominasi oleh jagung. DPP Ngawi sangat menekankan pentingnya bagi para peternak untuk mempersiapkan lahan dan menanam jagung secara mandiri sebelum memulai usaha atau mengisi kembali kandang ayam. Pola integrasi ini dinilai efektif menjadi bantalan ekonomi ketika harga telur di pasaran merosot tajam.
Eko melanjutkan DPP Kabupaten Ngawi mencatat saat ini terdapat 53 kelompok peternak yang terdaftar dalam basis data. Kendati demikian, jumlah riil di lapangan jauh lebih banyak. Disisi lain, meski dihantam tantangan penurunan harga yang cukup signifikan, DPP Ngawi memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya peternak yang gulung tikar atau berhenti beroperasi secara total.
(Ganda)
.png)
.png)
