Kepala Disnakeswan Tubaba, melalui Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, Irwan Sutrisno, menargetkan pelaksanaan vaksinasi PMK pada tahun 2026 dapat mencakup 100 persen dari populasi ternak yang menjadi sasaran. Berdasarkan data yang disampaikan, populasi sapi di Tubaba mencapai sekitar 35.000 ekor, sedangkan kambing sekitar 187.000 ekor.
"Untuk pelaksanaan vaksinasi, sapi dan kambing menjadi hewan yang menjadi fokus utama dengan target vaksinasi sebesar 70 persen dari masing-masing populasi,"kata Irwan Sutrisno,(13/08/2026).
Hingga saat ini, menurut Irwan Sutrisno, pelaksanaan vaksinasi masih terus berlangsung. Pada tahap pertama, Disnakeswan Tubaba memperoleh sebanyak 9.375 dosis vaksin yang seluruhnya telah selesai digunakan. Sementara untuk tahap kedua, sebanyak 12.000 dosis vaksin telah dialokasikan dan berasal dari Kementerian Pertanian.
Berdasarkan capaian sementara yang disampaikan Disnakeswan, sebanyak 9.375 ekor sapi dan sekitar 1.500 ekor kambing telah mendapatkan vaksinasi.
Pelaksanaan vaksinasi diprioritaskan di seluruh sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Tubaba. Vaksin didistribusikan kepada petugas vaksinator melalui lima pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang tersebar di wilayah Tubaba.
Dalam pelaksanaannya, Disnakeswan menyebut salah satu kendala yang masih dihadapi adalah rendahnya kesadaran sebagian masyarakat peternak mengenai pentingnya vaksinasi PMK. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para peternak, mengenai manfaat vaksinasi dan upaya pencegahan penyakit pada hewan ternak.
Menurut Irwan, vaksinasi tetap diperlukan sebagai salah satu upaya pencegahan PMK. Vaksinasi dilakukan untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh ternak terhadap penyakit melalui pembentukan antibodi.
"Program vaksinasi PMK tahun 2026 sendiri telah dimulai sejak awal tahun dan direncanakan berlangsung hingga akhir tahun. Disnakeswan juga menyampaikan bahwa tambahan alokasi vaksin dari pemerintah pusat masih memungkinkan diberikan hingga akhir tahun, menyesuaikan dengan jumlah populasi ternak di masing-masing kabupaten,"jelasnya.
Meski demikian, pelaksanaan vaksinasi di Tubaba masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia (SDM) petugas vaksinasi. Disnakeswan menyebut capaian pelaksanaan saat ini baru sekitar 30 persen, sehingga masih diperlukan percepatan untuk mengejar target yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, kondisi penyebaran PMK di Kabupaten Tubaba hingga saat ini dilaporkan masih terkendali. Disnakeswan menyatakan tidak ditemukan adanya gejala PMK pada ternak di wilayah tersebut. Sepanjang tahun 2026, juga belum ditemukan kasus PMK aktif, ternak yang sembuh akibat PMK, maupun kematian yang disebabkan penyakit tersebut.
Untuk mencegah masuk dan menyebarnya PMK, pengawasan lalu lintas ternak juga terus diperketat. Selain pengawasan pergerakan ternak, penerapan biosecurity atau keamanan biologis di lingkungan peternakan dinilai penting untuk mencegah masuknya penyakit.
Disnakeswan Tubaba mengimbau para peternak agar terus menjaga kesehatan ternak, memberikan pakan yang baik dan bergizi, serta tidak mengabaikan vaksinasi. Peternak juga diminta menerapkan biosecurity secara teratur sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.
"Dengan pelaksanaan vaksinasi dan pengawasan yang berkelanjutan, Disnakeswan berharap kondisi ternak di Kabupaten Tubaba tetap sehat serta tidak ditemukan kasus PMK hingga akhir tahun 2026." Terang nya.(San).
.png)

.png)

