![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG — Sikap Kepala Kampung Cempaka Jaya, Sanuri, semakin terbukti tidak berani menghadapi fakta. Setelah pemberitaan terungkap dan diminta pertanggungjawaban terkait kejanggalan pengelolaan dana, ia tak memberikan penjelasan yang masuk akal hanya menjawab dengan nada meremehkan
“Santai saja, kita tidak merasa apa-apa”.Red
Namun, di balik sikap tenang yang dipamerkan itu, tindakan nyatanya justru penuh ketakutan. Begitu berita terbit dan menyebar, bukannya berdialog atau membuktikan kebenaran, Sanuri justru langsung memblokir akses terhadap wartawan/media yang memberitakan peristiwa tersebut.
Ini bukan perilaku pemimpin yang bersih dan terbuka. Ini cara paling remeh untuk lari dari kenyataan. Menghadapi kritik dijawab ringan seolah tak ada masalah.
Menghadapi bukti dan penelusuran fakta, dipilih jalan buntu menutup akses komunikasi.
Langkah pemblokiran ini menegaskan satu hal keras: Kalimat "santai" hanyalah kedok. Yang sebenarnya terjadi adalah ketidakmampuan menjawab dan penolakan terhadap akuntabilitas. Jika pengelolaan dana benar-benar rapi, mengapa takut pada pemberitaan? Mengapa harus memutus hubungan dengan pihak yang mengungkap fakta?
Kakam Sanuri ingin terlihat tenang, tapi tindakannya membocorkan kebenaran, ia tak siap diperiksa, tak siap ditanya, dan tak siap dihadapkan pada realitas yang diungkap publik.
Masyarakat patut bertanya, siapa yang sebenarnya perlu tenang pemegang amanah uang rakyat yang takut ditelusuri jejaknya.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

