SULSEL, Ungkapfakta.info -
Upaya penanggulangan kekeringan atau Elnino pada lahan persawahan Kelompok Tani (Poktan) di dua desa yakni, Desa Dandang dsn Desa Terpedo Jaya menjadi fokus dalam pertemuan PPL dan para Ketua Kelompok, yang dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas hasil monitoring kondisi sawah yang terdampak kekeringan.
Pertemuan dihadiri oleh para Ketua Kelompok Tani di dua desa dan dua Penyluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah binaan.
Berdasarkan hasil monitoring, luas lahan sawah yang terdampak kekeringan kurang lebih 400 hektare. Umur tanaman padi di lokasi bervariasi, mulai dari sekitar dua bulan hingga fase vegetatif.
Dari total luasan tersebut, sekitar 170 hektare berada pada fase vegetatif yang membutuhkan pasokan air secara optimal agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.
Dalam rapat terungkap beberapa kendala teknis yang menyebabkan terjadinya kekeringan. Di antaranya adalah mundurnya masa tanam pada awal musim.
Untuk langkah penanganan, menyepakati upaya sumur bor. Dan nantinya kalau sudsh ada bantuan dari pemerintah Provinsi Sulsel, Air dari sumur bor tersebut akan dialirkan ke sawah yang berdekatan. Solusi ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam mengatasi kekeringan sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi dan potensi gagal panen dapat diminimalkan.
Melalui pertemua para Ketua Poktan dan PPL diharapkan penanganan kekeringan di lahan sawah kedua desa tersebut, dapat segera terealisasi serta mampu menjaga keberlangsungan produksi padi.
Nur/Yustus
.png)
.png)

