Kapuas Hulu __ Media Sosial mengungkapkan Praktek maling emas di area Landau Mentail Boyan Tanjung Kapuas Hulu, semakin membabi buta. Dengan menggunakan alat modern, 2 Tauke buncit diatas slow selembe merusak dan mencemari lingkungan secara aman di wilayah tersebut.
" Kalau rakyat kecil kerja emas, sampai ke semak-semak pun Polisi pasti tahu. Tetapi giliran bos gede menggarap tambang ilegal dengan armada canggih, APH tutup mata, " ujar warga medsos yang tahu betul aktivitas liar tersebut.
Ia menyebut dua orang kordinator pelaku tambang emas gelap itu bernama Udin dan Deski Erdigunawan. Kami berharap Gubernur, Polda Kalbar dan Bupati setempat ambil sikap sekaligus tegakan aturan agar tidak dianggap ikut merestui dan terima jatah.
Berikut 7 alat berat yang beroperasi dilokasi PETI tersebut : 1 unit Hitachi milik Bujang Dara. 1 unit Hitachi milik Hamidi. 1 unit Kobelco milik Hilung. 1 unit Zoomlion milik Badung. 1 unit SANY milik Tadung. 1 unit alat berat lain disebut terkait dengan Rian dan satu unit ekskavator Zoomlion milik Pengusaha Sei Kakap.(007/D.Arifin)
.png)

.png)
