• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 17


     

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Pemkab Asmat Datangkan 61 Guru Kontrak dari Luar Papua, Putra-Putri Daerah Dipertanyakan

    Senin, 10 Agustus 2026, Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T03:14:45Z
    masukkan script iklan disini




    Agat, ungkapfakta.info-

     Keputusan Pemerintah Kabupaten Asmat yang mendatangkan sebanyak 1 orang guru berstatus kontrak dari luar wilayah Papua menuai sorotan tajam dan pertanyaan besar dari berbagai kalangan. Langkah ini dinilai sangat ironis, di saat banyak putra dan putri asli daerah yang telah dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asmat hingga tamu studi, justru dibiarkan begitu saja tanpa ada kepastian penyerapan untuk mengabdi di kampung halamannya sendiri.

     


    Banyak warga maupun tokoh masyarakat mempertanyakan kebijakan tersebut: "Ke mana arah kebijakan keberpihakan pada putra daerah? Kami mengeluarkan biaya besar dari uang rakyat untuk mendidik anak-anak kami bersekolah sampai selesai, berharap mereka kembali untuk membangun Asmat. Namun kenyataannya, setelah mereka pulang, mereka justru dibiarkan menganggur di rumah sendiri, menjadi penonton di tanah kelahirannya, sementara tenaga dari luar yang didatangkan."

     

    Situasi ini dirasakan sangat menyakitkan bagi para lulusan asli Asmat. Mereka telah menempuh pendidikan dengan biaya yang bersumber dari kekayaan daerahnya sendiri, namun ketika pulang membawa ijazah dan ilmu, tidak ada kesempatan yang diberikan untuk berkontribusi. Sebaliknya, pemerintah justru mendatangkan tenaga pendidik dari tempat lain, seolah-olah kemampuan putra-putri asli daerah tidak dihargai dan tidak dipercaya untuk mengajar generasi penerus di kampungnya sendiri.

     


    Tokoh masyarakat dan warga meminta Pemerintah Kabupaten Asmat untuk segera menjelaskan alasan di balik kebijakan ini. Mereka mendesak agar pemerintah lebih mengutamakan dan memanfaatkan putra-putri daerah yang telah dibiayai menggunakan uang rakyat, karena mereka memiliki hak dan kewajiban moral untuk kembali mengabdi. Selain itu, penyerapan tenaga kerja lokal dinilai jauh lebih menguntungkan karena mereka akan tinggal dan menetap di Asmat, sehingga ilmu yang dimiliki dapat terus dijaga dan dikembangkan demi kemajuan pendidikan daerah.

     

    "Jangan biarkan anak-anak kami merasa sia-sia bersekolah, jangan biarkan mereka merasa asing di tanah sendiri," tegas salah satu tokoh warga.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e