• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 17


     

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Siswa SMAN 1 Menggala Pingsan dan Tergeletak Tanpa Penanganan Cepat, Orang Tua Kecam Kelalaian Pihak Sekolah

    Senin, 03 Agustus 2026, Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T08:50:47Z
    masukkan script iklan disini



    ungkapfakta.info


     

    MENGGALA – Sebuah kejadian yang memprihatinkan terjadi di lingkungan SMAN 1 Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, pada Senin, 3 Agustus 2026. Seorang siswa dikabarkan pingsan dan tergeletak di bawah lantai sekolah tanpa segera mendapatkan pertolongan medis yang layak dan cepat dari pihak sekolah.

     

    Berdasarkan laporan yang diterima dan bukti yang ada, siswa tersebut pingsan namun tidak segera ada penanganan. Kepala Sekolah Siti beserta Pembina Kesehatan Siswa (PCC) diketahui tidak sigap bertindak saat kondisi darurat menimpa murid mereka. Bahkan saat siswa sudah terbaring lemah, tidak ada upaya segera untuk memanggil tenaga medis, membawa ke Puskesmas terdekat, maupun menghubungi orang tua dengan segera.

     

    Eliantoni LSM Trinusa Provinsi Lampung yg berada di kab tulang bawang orang ikut juga menyuarakan keresahan, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kejadian ini. “Ini yang saya takutkan. Makanya saya selalu sampaikan, siapa pun yang bertugas di sekolah mulai dari guru, Kepala Sekolah, hingga petugas lain harus segera bertindak cepat jika melihat siswa sakit atau jatuh pingsan di lingkungan sekolah. Karena kita ini manusia, punya hati nurani. Bagaimana jika anak kita yang mengalaminya?” ujarnya joni dengan nada tegas.

     

    Ia menambahkan peringatan yang sangat serius: “Obat datang nyawa hilang, tidak ada gunanya segala upaya jika nyawa sudah melayang. Meskipun niat baik sudah ada, namun jika terlambat, semuanya menjadi sia‑sia. Oleh karena itu, sangat diperlukan tindakan tegas, jangan sampai membiarkan siswa yang sedang kesusahan terlantar begitu saja.” tambahnya 

     

    Lebih lanjut orang tua dari Jesika Sintia bela ”JONI” juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Bapak Bupati Qodratul selaku pemimpin daerah, sekaligus meminta perhatian serius dari pemerintah daerah. “Kami menyadari mungkin banyak orang tua yang tidak mampu atau dipandang sebelah mata, namun ingatlah bahwa kita semua sama di mata Sang Pencipta. Jangan sampai kejadian yang menyakitkan ini terulang di sekolah‑sekolah lain di Tulang Bawang,” tegasnya.

     

    Terpisah Pihak keluarga menegaskan bahwa meskipun secara status mungkin bukan anak kandung atau tercatat secara resmi, namun hati nurani manusia tetaplah sama. “Ini bukan anak saya secara administrasi, tapi kemanusiaan tetap harus dijunjung tinggi. Kita tidak bisa menutup mata melihat sesama manusia menderita tanpa pertolongan,” tambahnya.

     

    Hingga berita ini dirilis, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat terkait kronologi kejadian dan alasan lambatnya penanganan terhadap siswa tersebut. Masyarakat berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga agar ke depannya keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan siswa menjadi prioritas utama di setiap institusi pendidikan.

     

    Berita ini dirilis demi kepentingan umum dan penegakan hak asasi manusia serta perlindungan anak.


    Pewarta: Yantoni 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e